Iko Uwais Rancang Kebrutalan Adegan Laga Film Headshot

Roni Kurniawan    •    11 Oktober 2016 13:11 WIB
film indonesiaiko uwais
Iko Uwais Rancang Kebrutalan Adegan Laga Film Headshot
Pemain Headshot (Foto: Metrotvnews/Roni)

Metrotvnews.com, Bandung: Usai ditayangkan di lima benua dan meraih penghargaan di Prancis pada September 2016, film laga Headshot mulai melakukan promosi. Iko Uwais, Chelsea Islan dan Julie Estelle menyapa para penggemarnya di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

Dalam film besutan Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto itu Iko Uwais berperan sebagai pria yang hilang ingatan bernama Ishmael. Selain menjadi aktor, Iko pun berperan sebagai koreografer untuk semua adegan laga yang ditampilkan pada film tersebut.

"Di film ini, saya masih menunjukkan seni bela diri. Akan tetapi, pada setiap karakter saya merancang gerakan yang disesuaikan misalnya untuk aktor Sunny Pang, dia punya basic kung fu. Selain itu, ada Zack Lee yang memakai gaya street fighter. Brutalnya sama dengan film-film laga sebelumnya, tapi gerakannya saya sesuaikan dengan setiap aktor," ujar Iko.

Sedangkan Julie Estelle yang berperan sebagai Rika mengatakan, peran yang dilakukan dalam film tersebut lebih memicu adrenaline. Terlebih film Headshot mendapat sambutan positif di ajang Toronto International Film Festival. Bahkan, Headshot meraih penghargaan New Genre Award di ajang "L' Etrange Festival Paris" dalam kategori International Feature Film Competition.

"Sambutannya di sana sangat positif banget. Bangga juga sudah bisa membawa film nasional ke tingkat internasional dan mudah-mudahan bisa diterima positif di Indonesia," kata Julie.

Film Headshot menceritakan tentang seorang lelaki misterius yakni, Ishmael yang hilang ingatan dan terbangun dari siuman setelah mengalami kondisi koma cukup lama. Seorang mahasiswi kedokteran bernama Ailin yang diperankan oleh Chelsea Islan merawat sang pemuda dengan telaten. Ia ditemukan terdampar dalam kondisi sekarat dan terdapat luka tembakan di kepala.

Ketika hubungan keduanya mulai dekat, tanpa disadari nyawa Ishmael justru terancam. Banyak pembunuh yang menginginkan kematiannya, bahkan Ailin pun terseret ke dalam masalah yang dihadapi Ishmael.

Bahaya dihadapi Ailin. Dia diculik komplotan kriminal yang dipimpin Lee (Sunny Pang), seorang bos mafia yang begitu misterius. Perlahan, ingatan Ishmael kembali seiring usahanya menyelamatkan Ailin. Semua konfrontasi kekerasan yang dialami Ishmael, perlahan membuka kembali ingatannya.

Setiap kali menghadapi kawanan kriminal, Ishmael seakan menemukan kembali potongan memori, seperti menyatukan potongan dalam bingkainya. Namun, justru potongan-potongan itulah yang mengingatkan kembali Ishmael akan masa lalunya.



 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

1 week Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA