Indonesia Pasar Film Potensial di Asia Pasifik

Purba Wirastama    •    12 Desember 2018 11:39 WIB
film indonesia
Indonesia Pasar Film Potensial di Asia Pasifik
Sheila Timothy dalam konvensi film tahunan CineAsia di Hong Kong pada Senin kemarin, 10 Desember 2018. (Foto: Lifelike Pictures)

Hong Kong: Khalayak Indonesia dinilai sebagai pasar film potensial di Asia Pasifik. Dalam kurun lima tahun terakhir, pertumbuhan jumlah penonton di Asia Pasifik meningkat dan Indonesia punya perkembangan paling signifikan. 

Kabar ini dibagikan produser Sheila Timothy (Lifelike Pictures) dalam konvensi film tahunan CineAsia di Hong Kong pada Senin kemarin, 10 Desember 2018. Sheila mengisi sesi The Rise of the Sleeping Giant dengan fokus topik tentang Indonesia sebagai pasar film progresif dan properti intelektual Wiro Sableng sebagai perspektif.

Menurut keterangan resmi Lifelike, sepanjang 2017, kontribusi hasil penjualan tiket bioskop atau box office di kawasan Asia Pasifik mencapai USD16 miliar atau sekitar Rp233 triliun (Rp14.584). Angka ini meningkat 44% dalam kurun lima tahun. 

Dalam lingkup domestik, Sheila menyebut capaian box office Indonesia untuk keseluruhan film bioskop meningkat signifikan selama empat tahun terakhir, yaitu sekitar 28% setiap tahun. Pada 2017, Indonesia berada di posisi 16 dalam peringkat pasar film terbesar di dunia. 

Jika melihat data rilisan Motion Picture Association of America (MPAA) untuk tahun 2013 dan seterusnya, Indonesia memang masuk 20 besar dan berada di posisi belasan setidaknya sejak tiga tahun terakhir. 

"Jumlah penduduk yang besar, pasar yang sangat luas, dan pertumbuhan kelas menengah menjadikan Indonesia sebagai pasar film paling potensial di kawasan Asia Pasifik," kata Sheila.

Kendati begitu, rasio layar bioskop per jumlah penduduk masih sangat rendah. Indonesia punya rasio 0,4 layar untuk 100 ribu penonton, sementara Malaysia misalnya, punya rasio 2,4 layar untuk 100 ribu penonton.

"(Ini) menunjukkan besarnya potensi ruang untuk pengembangan pasar film Indonesia," ujar Sheila. 

Sheila berharap kesempatan berbagi di CineAsia bisa ikut menguatkan posisi industri film Indonesia di dunia, terutama peluang kerja sama produksi film lintas negara. Kerja sama ini mampu menjadi pintu bertukar pengetahuan, perluasan distribusi, dan dukungan finansial. 
 


(ASA)