Keluarga Cemara Tayang Perdana di Festival Film JAFF 2018

Purba Wirastama    •    13 November 2018 18:28 WIB
Film Keluarga Cemara
Keluarga Cemara Tayang Perdana di Festival Film JAFF 2018
Ringgo Agus Rahman dan Widuri Putri dalam Keluarga Cemara (Visinema Pictures)

Jakarta: Film adaptasi Keluarga Cemara produksi Visinema Pictures akan dirilis di bioskop reguler pada awal Januari 2019. Namun sebelumnya, film drama keluarga ini akan tayang perdana secara internasional dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) edisi ke-13 di Yogyakarta pada akhir November 2018.

Keluarga Cemara masuk ke program kompetisi Indonesian Screen Awards (ISA) yang dimulai sejak edisi tahun lalu. Sebelumnya, program untuk film domestik hanya berupa penayangan, tetapi ditingkatkan menjadi kompetisi demi memberi apresiasi lebih banyak bagi sinema lokal.

Tujuh film lainnya dalam JAFF ISA adalah If This is My Story (Djenar Maesa Ayu & Kan Lume) yang belum dirilis, Love for Sale (Andibachtiar Yusuf), Petualangan Menangkap Petir (Kuntz Agus), Menunggu Pagi (Teddy Soeriatmadja), Wage (John de Rantau), Sultan Agung (Hanung Bramantyo), serta Aruna & Lidahnya (Edwin).

Menurut Direktur Program JAFF Ismail Basbeth menyebut, delapan film ini dipilih atas alasan kesediaan produser dan mampu mewakili keragaman perspektif perfilman lokal. Terkait tema, delapan film tersebut juga turut merefleksikan tema festival, yaitu Disruption.

"Kami juga ingin menunjukkan Indonesia yang beragam. Jadi dalam kompetisi, ada berbagai macam cara pandang terhadap film Indonesia yang berbeda pula," kata Basbeth dalam jumpa pers di XXI Plaza Indonesia Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

Terkait juri, komite festival belajar dari evaluasi tahun lalu dan mengundang juri mancanegara demi menjaga penilaian adil. Ada tiga juri dan salah satunya Isabelle Glachant, produser asal Prancis yang belakangan aktif di Tiongkok.

Keluarga Cemara diadaptasi dari serial televisi berjudul sama era 1990-an karya Arswendo Atmowiloto. Naskah ditulis Gina S Noer bersama sutradara Yandy Laurens. Ini adalah debut Yandy sebagai sutradara film cerita panjang, setelah sebelumnya membuat film pendek Wan An (2012) peraih Piala Citra. Film diproduksi oleh Visinema bersama Ideosource dan Kaskus dengan produser Anggia Kharisma dan Gina.

Film ini berkisah tentang keluarga Abah (Ringgo Agus Rahman) dan Emak (Nirina Zubir), yang harus menghadapi masalah ekonomi dan beradaptasi dengan situasi baru. Abah harus ganti pekerjaan dan Euis harus pindah sekolah. Dalam kehidupan sederhana, mereka menemukan bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.

JAFF edisi ke-13 akan digelar di Yogyakarta pada 27 November hingga 4 Desember 2018.



 
(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA