Film Kuldesak Diputar Kembali pada 30 Desember di 9 Kota

Cecylia Rura    •    20 Desember 2018 11:52 WIB
film indonesia
Film Kuldesak Diputar Kembali pada 30 Desember di 9 Kota
Mira Lesmana, salah satu sosok di balik film Kuldesak (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Tak hanya direkam dalam buku, film Kuldesak akan kembali ditayangkan. Film debut empat sutradara Riri Riza, Nan T. Achnas, Mira Lesmana, dan Riza Mantovani ini hanya tayang dalam sehari, pada 30 Desember 2018. 

Penayangan film ini dilakukan di sembilan kota yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Malang, Bandung, Padang, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Untuk pemutaran rencananya dilakukan di bioskop pada jam kedua.

"Kita ingin mengajak penonton muda menonton hasil scanning positif (film Kuldesak)," tutur Mira dalam jumpa pers di XXI Epicentrum Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Kuldesak yang dibagi dalam empat segmen dan dipegang masing-masing sutradara ini berencana akan merestorasi negatif film, tetapi masih menunggu dana. Sementara untuk restorasi saat ini menggunakan positif film dengan modal dari Kuldesak Funding.

Kuldesak lahir di era reformasi. Saat itu, belum ada film Indonesia yang tayang di bioskop. Layar dikuasai film-film barat.

"Pada saat Kuldesak diproduksi, film Indonesia mengalami vakum selama 10 tahun. Masyarakat Indonesia tidak menonton diri sendiri di layar dan itu sangat fatal untuk sebuah budaya. Kalau kita tidak bisa mengasosikan diri kita ke sebuah produk budaya akan memberhentikan proses yang seharusnya secara alami berjalan," kata Nan T. Achnas.

Merayakan dua dekade Kuldesak, kisah ini dikemas dalam buku yang dicetak terbatas. Pendistribusian buku rencananya akan dibagikan melalui BEKraf dan Kemendikbud masing-masing sebanyak 100 buku untuk perpustakaan di beberapa daerah. Selain itu, buku Kuldesak tidak dijual komersil tetapi akan dicetak jika ada donasi di atas Rp750 ribu per buku.

"Penting untuk setiap film melakukan sebuah dokumentasi untuk meletakkannya. Film tidak hanya berhenti di bioskop tetapi kemudian juga dikaji," lanjut Nan.

 


(ASA)