Film Gerbang Neraka Gunakan Teknik CGI

Purba Wirastama    •    18 September 2017 06:18 WIB
film indonesia
Film Gerbang Neraka Gunakan Teknik CGI
(Foto: Legacy Pictures)

Metrotvmews.com, Jakarta: Reza Rahadian, Julie Estelle, dan Dwi Sasono mengaku belum cukup familiar dengan teknik computer graphic imagery (CGI) ketika mereka berakting di film Gerbang Neraka  produksi Legacy Pictures. Kendati demikian, sutradara Rizal Mantovani menyebut bahwa ketiga aktor bermain dengan baik ketika mereka harus berinteraksi dengan objek atau atmosfer khayalan. 

 
"Mereka memiliki kemampuan, bukan sekadar permainan watak dan karakter, tetapi imajinasi mereka bisa sampai ke sana," kata Rizal saat ditemui di Epicentrum XXI Jakarta, belum lama ini.
 
Menurut Rizal, ketiga aktor cepat memahami ketika Rizal memberikan deskripsi khayal tentang apa saja yang ada di sekitar mereka dan bagaimana mereka harus bertindak. Dari situ, aktor menghidupkan situasi yang mereka bayangkan. Misalnya saat tangan Dwi, sebagai tokoh dukun Guntur Samudra, dihinggapi kalajengking pasir di dalam piramida. 
 
"Saat saya di lokasi, yang saya butuhkan adalah saya harus tahu motivasi apa (tokoh bertindak) dan (motivasi itu) masuk dalam logika saya," ujar Dwi.
 
Namun pengalaman pertama tetap merupakan penyesuaian. Dwi, yang mengaku baru pertama berakting di sekeliling layar hijau untuk film Gerbang Neraka, mengisyaratkan bahwa proses pengambilan gambar untuk CGI memakan waktu cukup panjang. Syuting dilakukan di studio Karno's Film di Cibubur dan studio TVRI Jakarta pada awal 2015. 
 
"Pokoknya kita mencari sampai (shot) yang benar-benar kita sudah dapat. Mas Rizal senang, saya nyaman. Kalau Mas Rizal sudah oke, saya belum nyaman, saya bilang: boleh enggak Mas, sekali lagi," ungkap Dwi. 
 
Reza, yang berperan sebagai jurnalis majalah supranatural, juga mengaku baru pertama kali bermain dengan set CGI dalam porsi banyak. Baginya, ini adalah pengalaman menyenangkan.
 
"Di piramida, membayangkan batu-batu jatuh, batu yang ada ditambah komposisi CGI, lalu melihat sosok-sosok yang menyeremkan seperti Badura. Secara keseluruhan, proses syuting cukup menyenangkan, melihat hal-hal yang sebenarnya enggak ada di set, tetapi dikasih gambaran kurang lebih begini. Jadi kita bermain berdasarkan referensi yang ada," ujar Reza.
 
Film Gerbang Neraka  bercerita tentang petualangan jurnalis (Reza), arkeolog (Julie), dan paranormal (Dwi), dalam membuka tabir misteri sebuah situs piramida tertua yang ditemukan di Indonesia. Setelah tahu bahwa piramida ini adalah semacam penjara untuk iblis jahat, mereka harus bekerja sama untuk mencegah bencana besar terjadi.
 
Naskah ditulis oleh Robert Ronny, yang sekaligus menjadi produser. Penyutradaraan ditangani oleh Rizal. Faozan Rizal menjadi pengarah fotografi. Vida Sylvia menjadi penata artistik. Efek visual CGI dikerjakakan oleh Orange Room.
 
Gerbang Neraka dijadwalkan tayang di bioskop mulai Rabu 20 September 2017.
 



(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA