5 Film Pendek Indonesia Bersaing di SEAShorts Film Festival

Purba Wirastama    •    13 April 2017 14:58 WIB
film indonesia
5 Film Pendek Indonesia Bersaing di SEAShorts Film Festival
(Foto: IST)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lima film pendek karya sutradara Indonesia masuk dalam program kompetisi festival film SEAShorts 2017. Festival ini digelar untuk pertama kali di Kuala Lumpur, Malaysia pada 11-14 Mei 2017.

SEAShorts akan menampilkan lebih dari 100 film pendek dari 10 negara di Asia Tenggara. Dalam program kompetisi, ada 20 film pendek yang berasal dari tujuh negara, termasuk Indonesia.

Kelima film pendek dari Indonesia antara lain Sepanjang Jalan Satu Arah, AMELIS, Bunga dan Tembok, Kisah di Hari Minggu, dan Pangreh. Berikut daftar lengkapnya.

1. Sepanjang Jalan Satu Arah (Along The One Way)

Produser & Sutradara: Bani Nasution

Dokumenter berdurasi 16 menit ini mengikuti kisah Bani, yang suatu hari disuruh ibunya pulang. Sampai di sana, ibunya meminta semua anggota keluarga untuk memilih gubernur beragama Islam. Dia menolak karena tak setuju dengan pendapat sang ibu, yang tetap memaksa.

Bani merupakan lulusan program studi Film & Televisi ISI Surakarta dan telah menggarap beberapa film, seperti Jago Tarung dan Bumbu-Bumbu Rayu. Sekarang dia sedang menyelesaikan film dokumenter berjudul Setyowati, yang berangkat dari fenomena pernikahan Mbah Kodok dengan makhluk halus Peri Roro Setyowati.

2. AMELIS

Produser & Sutradara: Dery Prananda

Film fiksi berdurasi 5 menit ini bercerita tentang seorang pemuda yang ingin membawa pulang ayahnya ke kota asal. Perjalanan mereka diwarnai situasi yang  tidak mengenakkan bagi orang-orang yang mereka temui di jalan.

Sebelumnya Dery telah membuat dua film dokumenter. The Years of Blur (2014), tentang pembunuhan jurnalis Udin dan Blessing from the Sea (2016) yang mengambil lokasi di Lamalera, Nusa Tenggara Timur.

Sementara film AMELIS pernah meraih penghargaan film terbaik dan film fiksi terbaik di ReelOzlnd Australia Indonesia Short Film Festival 2016.

3. Bunga dan Tembok (Flowers in the Wall)

Produser: Siska Raharja
Sutradara: Eden Junjung

Film berdurasi 16 menit ini bercerita tentang keluarga penyair dan aktivis Wiji Thukul yang hilang saat peristiwa 1998. Istri dan anaknya pergi ke kota untuk membuat surat kematian Wiji. Perjalanan itu menjadi tidak biasa karena selama ini mereka meyakini bahwa Wiji masih hidup.

Bunga dan Tembok merujuk pada judul salah satu puisi Wiji pada tahun 1987. Puisi ini juga dijadikan lirik lagu oleh grup musik Merah Bercerita.

FIlm ini adalah film pendek fiksi pertama Eden sebagai penulis dan sutradara. Dia pernah terlibat di beberapa proyek film sebagai editor dan asisten editor, antara lain Another Trip to The Moon dan Aach Aku Jatuh Cinta. Pada 2012, dia merilis film dokumenter berjudul Buruh Seni yang masuk dalam program kompetisi Festival Film Dokumenter dan Piala Maya.


4. Kisah Di Hari Minggu (Sunday Story)

Produser: Edi Cahyono
Sutradara: Adi Marsono

Film pendek 9 menit ini bercerita tentang sebuah keluarga kecil. Suatu hari sang ibu sedang beres-beres rumah ketika suaminya masih tidur. Dia meminta  suami untuk mengantar anak ke sekolah. Tak segera bangun, akhirnya sang ibu yang mengantar. Dia tak sadar bahwa itu adalah hari Minggu.

Adi adalah lulusan program studi Antropologi UGM Yogyakarta. Kisah di Hari Minggu adalah film fiksi keduanya sebagai penulis dan sutradara. Film pendek pertamanya berjudul Semalam Anak Kita Pulang, yang meraih penghargaan sebagai dilm pendek terbaik di XXI Short Film Festival 2016 untuk kategori drama komedi.

5. Pangreh (The Silent Mob)

Produser & Sutradara: Harvan Agustriansyah

Film pendek 17 menit ini mengikuti cerita seorang supir yang disuruh mencari massa bayaran di desa miskin terpencil untuk berunjuk rasa. Dia bertemu sebuah keluarga dan supir lain yang ganas, yang kemudian membawa mereka ke dalam pusaran transaksional kehidupan kelas bawah yang keras dan menguji rasa kemanusiaan.

Harvan lulus dari jurusan penyutradaraan Institut Kesenian Jakarta dan telah menyutradarai beberapa film, seperti Sepeda (2006), Orde (2007), dan salah satu segmen di film omnibus Hi5teria (2012).

Pangreh adalah proyek film pendek yang didukung oleh Program Fasilitasi Film Pendek Kemendikbud 2015. Film ini telah diputar di beberapa festival di dalam negeri dan di sejumlah negara seperti Kanada, Turki, Swiss, India, dan Belanda.




(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

4 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA