Produser Tertarik Rekrut Komika Gantikan Reza Rahadian untuk Perankan Benyamin

Elang Riki Yanuar    •    24 April 2018 16:55 WIB
reza rahadianfilm benyamin biang kerok
Produser Tertarik Rekrut Komika Gantikan Reza Rahadian untuk Perankan Benyamin
Benyamin Biang Kerok (Foto: dok. falconpictures)

Jakarta: Max Pictures dan Falcon Pictures mengaku sudah membeli hak cipta puluhan film yang dibintangi Benyamin Sueb. Mereka berencana merilis film daur ulang Benyamin secara periodik, minimal satu film dalam setahun.

Film yang sudah dibuat ialah Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung. Benyamin Biang Kerok sudah tayang pada Maret 2018, sedangkan Biang Kerok Beruntung dijadwalkan tayang tahun depan. Di dua film itu, Reza Rahadian terpilih memerankan karakter yang dulu dimainkan Benyamin.   

Menurut Produser Max Pictures, Ody Mulya, Reza Rahadian mungkin tidak akan memerankan Benyamin di antara puluhan film daur ulang yang akan dibuatnya. Salah satu opsi, Ody tertarik mengajak komika untuk memerankan Benyamin.

"Saya sudah beli 29 judul. Saya mau keluarin satu-satu. Setiap filmnya akan beda nanti. Kita lihat perkembangannya bagaimana. Kalau memang penonton kurang puas, nanti bisa kami ganti (pemeran utamanya). Bisa dari komika," kata Ody Mulya saat berbincang dengan Metrotvnews.

Ody mengakui, persoalan siapa yang memerankan Benyamin sempat buat dirinya kebingungan. Reza Rahadian disebutnya sebagai pilihan terbaik kala itu meski tidak bisa memuaskan semua pihak.

"Tidak ada lagi yang bisa mainkan karakter ini selain Reza. Kami juga pusing. Memang ada yang tidak puas. Tapi tidak gampang untuk mengikuti Benyamin. Ini ranahnya kreativitas. Kalau orang suka atau tidak suka ya wajar," katanya.

Dari catatan, filmindonesia.or.id. Benyamin Biang Kerok meraih 740 ribu penonton. Capaian ini diakui Ody jauh meleset dari target awal yaitu, dua hingga tiga juta penonton. Ody mengatakan banyak faktor yang membuat film Benyamin Biang Kerok gagal memenuhi target. Salah satunya kisruh dengan Syamsul Fuad, penulis asli Benyamin Biang Kerok yang tayang 1972. Syamsul dan Max Pictures saat ini saling gugat di pengadilan terkait persoalan hak cipta.

Selain kisruh dengan Syamsul, film Benyamin Biang Kerok juga banyak menuai kritik. Salah satunya dari Perkumpulan Betawi Kita. Film garapan Hanung Bramantyo itu dianggap tidak menampilkan unsur budaya Betawi dan hanya meminjam bahkan menjual nama tokoh budayawan Betawi, Benyamin Sueb. Karena itu, untuk film Biang Kerok Beruntung, Ody belum memasang target karena masih akan mengevaluasi hasil film sebelumnya.

"(Biang Kerok Beruntung) Targetnya sudah bukan angka lagi, tapi bagaimana membenahi apa yang kemarin dikritik orang. Lewat film ini juga kami ingin mengenalkan Benyamin ke generasi sekarang. Kalau bukan kami, siapa lagi yang mau buat film Benyamin. Kalau ada yang kurang mari sama-sama benahi. Kami juga terbuka sama masukan. Kami akan akomodir, tapi mungkin tidak sekarang," ujarnya.



 


(ELG)