Film Satu Hari Nanti Dibuat untuk Penonton Usia 21+

Purba Wirastama    •    26 November 2017 12:15 WIB
film indonesia
Film Satu Hari Nanti Dibuat untuk Penonton Usia 21+
Para pemain film Satu Hari Nanti (Foto: Dok. Film)

Jakarta: Film terbaru Salman Aristo, Satu Hari Nanti, dibuat sebagai film kategori 21+ sejak awal proyek. Menurut produser Dienan Silmy, muatan cerita memang hanya dapat dipahami oleh penonton dewasa.

"Pilihan kategori memang sengaja 21 tahun ke atas. Bahkan saat kami kirim ke LSF, kami langsung minta untuk 21+ karena kontennya untuk usia sekitar itu dan tidak bisa dikonsumsi 21 tahun ke bawah," kata Dienan dalam keterangan tertulis.

"Kalau dianalogikan, kami enggak mungkin membicarakan obrolan anak SMA di depan anak SD," lanjutnya.

Salman juga merasa mereka tidak akan leluasa dalam berkisah jika film dibuat untuk segmen remaja. Isu yang diangkat adalah tahap evaluasi diri atas keputusan hidup pria dan wanita usia 20-an, yang diceritakan lewat dua pasangan yang telah tiga tahun lebih tinggal di Swiss.

"Kalau kami membuat agar bisa disasar segmen remaja, filmnya jadi nanggung. Makanya kami garap pasar dewasa ini, bicara betul-betul tentang mereka, jangan terpancing untuk meleset," ungkap Salman.

Terkait hitungan bisnis, Dienan menampik anggapan bahwa pasar penonton akan semakin kecil. Menurutnya, kebanyakan penonton film di Indonesia justru berasal dari kalangan usia yang mereka sasar.

"(Berdasarkan) data analisa pasar saat ini, brand manager mana pun sedang melakukan pemasaran selektif ke arah itu, di mana potensi pemasukan usia 21-35 sedang naik-naiknya. Mungkin karena mereka sudah bisa di tahap heavy cost," tutur Dienan.

Salman menyebut bahwa pemahaman soal klasifikasi pasar ini juga tampak lewat riset yang dilakukan Institut Kesenian Jakarta pada 2016. Menurut dia, penonton film golongan usia 25-38 menempati posisi kedua setelah usia 18-25. Sementara posisi pertama adalah golongan usia 18-25.

"Pemilihan 21 tahun bukan tanpa visi (...). Penonton dengan cakupan umur tokoh film ini berada di nomor dua, beda tipis dua persen dengan cakupan 18-25 tahun di nomor pertama," ungkap Salman.

Salman menjadi penulis dan sutradara. Dienan jadi produser bersama Khrisna Wiyana di bawah naungan Rumah Film dan Evergreen Pictures. Film dibintangi Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus Rahman, Ayushita, dan Donny Damara.

Satu Hari Nanti akan tayang perdana dalam program kompetisi Indonesian Screen Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 3 Desember 2017. Film juga akan ditawarkan ke beberapa distributor kawasan Asia.


(DEV)