Film Indonesia Raih Pendanaan di SAFF Project Market 2017

Elang Riki Yanuar    •    02 Desember 2017 19:16 WIB
film indonesia
Film Indonesia Raih Pendanaan di SAFF Project Market 2017
Delon Tio produser The Hunted (Foto: variety)

Jakarta: Film asal Indonesia yang berjudul The Hunted berhasil mendapatkan pendanaan dari program Southeast Asian Film Financing (SAFF) Project Market. The Hunted mendapat tiga dari empat hadiah yang ditawarkan.

Proyek film ini memenangkan Aurora Producing Award sehingga berhak mendapat dana USD15 ribu dalam bentuk cash Kedua, Yellow Box Soundscape Award, pendanaan pasca produksi senilai USD15 ribu dari salah satu rumah musik dan audio terkemuka di Asia Tenggara. Ketiga, RED Digital Cinema Award sehingga berhak mendapat pinjaman kamera Red Scarlet-W senilai USD25 ribu selama 20 hari. Satu hadiah lain diraih oleh film asal Filipina berjudul Mina-Anud.

SAFF Project Market merupakan program yang menghubungkan antara para produser dan pembuat film dengan investor atau mitra produksi. Southeast Asian Film Financing (SAFF) Project Market 2017 digelar di Singapura pada 28 November - 1 Desember 2017.    

"(Program) ini akan membantu proyek kami lebih jauh lagi," kata Produser The Hunted, Delon Tio seperti dikutip dari Variety.

The Hunted merupakan proyek pertama bagi Delon yang mendapat pendanaan dalam ajang seperti SAFF Project Market ini. Sebelumnya, Delon Tio menjadio produser film Rumah Dara, Claudia/Jasmine, Simponio Luar Biasa dan Mari Lari.

"Saya telah menghasilkan tujuh film sejauh ini dan saya hanya mengumpulkan pendanaan dari Indonesia. Saya tidak pernah menempuh langkah mendaftarkan proyek saya ke pasar film dalam program seperti SAFF sebelumnya. Pengalaman yang sangat baik bertemu dengan investor, produser dan distributor dari negara lain. Kami membutuhkan pendanaan untuk mencapai tingkat produksi tertentu, karena kami tidak melihat ini hanya untuk film Indonesia saja, tapi juga level dunia ," paparnya.

The Hunted mengangkat kisah empat gadis yang setelah menggelar pesta di Bali mendapati diri mereka di sebuah pulau. Di sana, mereka dikejar oleh dua pemburu yang mengincar hadiah uang banyak dengan manusia sebagai buruannya. Film ini direncanakan menjalani syuting pada Agustus 2018.


 


(ELG)