Konsep Visual Wiro Sableng dan Sinto Gendeng dalam Film Terbaru

Purba Wirastama    •    05 Agustus 2017 18:09 WIB
film wiro sableng
Konsep Visual Wiro Sableng dan Sinto Gendeng dalam Film Terbaru
Tim film Wiro Sableng 212 tampil di panggung utama Popcon Asia 2017 (Foto: metrotvnews/purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim inti proyek film Wiro Sableng 212 tampil di panggung utama Popcon Asia 2017 di Jakarta Convetion Centre sore ini, Sabtu 5 Agustus 2017. Dalam sesi ini, satu konsep visual ditunjukkan untuk pertama kali.

Gambar tersebut menampilkan sosok Wiro dan gurunya, Sinto Gendeng, sedang berlatih. Mereka melompat dan hendak menerjang satu sama lain dengan latar matahari terbenam berwarna jingga.

"Kita bikin banyak key art yang menunjukkan momen adegan penting di film itu. Kita berusaha visualkan dulu supaya semua tim produksi punya pemahaman yang sama mengenai adegan," kata seniman konsep visual Chris Lie.

"Ini salah satu momen yang ikonik antara Wiro Sableng dan Sinto Gendeng," imbuhnya.

Chris adalah anggota tim desain produksi. Dia dan kawan-kawan dari Caravan Studio bergabung ke proyek WS212 dan secara khusus mengerjakan berbagai konsep visual berdasarkan hasil riset yang diberikan produser Sheila Timothy dan sutradara Angga Dwimas Sasongko.

"Referensi cukup banyak dari hasil riset Dari tulisan kita mencoba membuat visualnya, meliputi kostum, material senjata, set kalau dibutuhkan, simbol 212, logonya. Dan untuk keperluan syuting kita juga membuat storyboard," terang Chris.

Wiro Sableng merupakan film adaptasi dari novel seri berjudul sama karya Bastian Tito. Sheila menjadi produser untuk Lifelike. Tomas Jegeus dan Michael J Werner bertindak sebagai produser eksekutif untuk Fox International Productions.

Vino G Bastian menjadi bintang utama pemeran tokoh Wiro. Marsha Timothy dan Sherina Munaf juga  terlibat sebagai aktor. Yayan Ruhian (The Raid, Merantau) dan Chan Man-ching (Rush Hour, Hellboy II) bergabung sebagai pengarah koreografi laga.

Tahap pengambilan gambar akan dimulai pada 21 Agustus 2017 dan direncanakan selesai pada November mendatang. Sebagian besar lokasi ada di Jawa Barat. Film dijadwalkan rilis pada akhir 2018.


 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA