Ada Intimidasi, Pemutaran Film Maha Guru Tan Malaka di Padang Batal

Elang Riki Yanuar    •    22 April 2018 06:00 WIB
Film Maha Guru Tan Malaka
Ada Intimidasi, Pemutaran Film Maha Guru Tan Malaka di Padang Batal
Film Maha Guru Tan Malaka (Foto: Youtube)

Jakarta: Pemutaran film Maha Guru Tan Malaka yang rencananya digelar pada Sabtu, 21 April 2018 di Padang, Sumatera Barat, terpaksa dibatalkan. Daniel Rudi Haryanto, sang sutradara, menyebut pembatalan itu karena adanya intimidasi dari pihak tertentu. Daniel menganggap pelarangan ini sebagai sebuah ironi karena Sumatera Barat merupakan tempat kelahiran Tan Malaka.

"Pemutaran Film MAHA GURU TAN MALAKA fasilitasi dir. Sejarah Kemendikbud RI dilarang dan diintimidasi di Komunitas Shelter Utara, Padang Sumatra Barat, tanah air kelahiran Tan Malaka, ironi," tulis Daniel Rudi Haryanto di akun Twitter-nya.  

Komunitas Shelter Utara yang menjadi tuan rumah acara juga mengunggah hal serupa di akun Instagram mereka. Namun, mereka tidak menyebut pihak mana yang melakukan intimidasi dan pelarangan.


Pemutaran film Maha Guru Tan Malaka dibatalkan (Foto: instagram)

"Karena adanya intimidasi dari berbagai pihak, Pemutaran dan Diskusi Film Dokumenter Mahaguru Tan Malaka di Perpustakaan Kolektif dan Ruang Literasi Alternatif Shelter Utara dibatalkan!!! Selamat siang, Selamat Hari Kartini. Selamat Bersenang-senang," tulis Shelter Utara.

Padahal, film Maha Guru Tan Malaka ini sebelumnya sukses ditayangkan di sejumlah daerah. Terakhir, film ini ditayangkan dalam pemutaran yang digelar pada Sabtu, 14 April 2018 di Teater OSO, Galeri MURI, Mall of Indonesia, Jakarta. Dalam unggahan Twitter MURI, Jaya Suprana selaku pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) tampak hadir.

Maha Guru Tan Malaka merupakan film dokumenter yang coba mengangkat sosok pejuang kemerdekaan, Tan Malaka. Dalam sinopsis resminya, film ini menceritakan perjalanan Marko yang berusia 25 tahun dan baru lulus dari sekolah drama di Internasionale University di Paris.

"Ia tertarik menyelusuri karakter Tan Malaka, (pelajar dari Hindia Belanda yang berasal dari Minangkabau) yang belajar di Haarlem tahun 1913-1919. Perjalanannya di Belanda menemui Harry A Poeze ( peneliti yang selama 42 tahun intens meneliti sejarah Indonesia) membawanya pada petualangan menemukan sejarah Tan Malaka, Bapak Pendiri Republik Indonesia yang misterius dan penuh rahasia. Film ini mengungkapkan sedikit rahasia itu, Marko mengajak kita untuk menelusuri sejarah Tan Malaka yang masih tersembunyi penuh misteri."

Seperti dikutip dari infoscreening.co, Maha Guru Tan Malaka merupakan film ketiga Daniel Rudi Haryanto setelah sebelumnya menggarap film Prison and Paradise dan Fluid Boundaries. Film Maha Guru Tan Malaka sendiri sempat mendapat bantuan pendanaan dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengucurkan dana Rp175 juta. Karena itu, jauh-jauh hari Rudi sudah mengingatkan 'legalnya' film ini dan berharap tidak adanya pelarangan.

"Membuat film ini adalah perjalanan panjang aku juga teman-teman lain, agar bagaimana Tan Malaka ini bisa diterima, legitimasinya jelas. Kita dibantu Kemendikbud, jadi tidak ada alasan ormas melarang, pemerintah membantu, kementerian tahu, dirjen tahu," kata Rudi dikutip dari Infoscreening.

Menurut Rudi, jasa Tan Malaka bagi Indonesia telah diakui negara lewat Keputusan Presiden RI No. 53 tahun 1963 yang menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional. Namun, acara-acara yang hendak mengulas Tan Malaka sering mendapat pelarangan karena dianggap menyebarkan ajaran komunisme.

"Tetapi stigma yang melekat pada diri Tan Malaka. Makanya, ini adalah caraku untuk menyikapi ketakutan yang sengaja diciptakan oleh sekelompok golongan," ujar Rudi.




 
(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

2 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA