Alasan Pemilihan Iqbaal sebagai Pemeran Minke di Film Bumi Manusia

Purba Wirastama    •    25 Mei 2018 10:24 WIB
film bumi manusia
Alasan Pemilihan Iqbaal sebagai Pemeran Minke di Film Bumi Manusia
Iqbaal Ramadhan (Foto: Instagram)

Yogyakarta: Setelah nama Iqbaal Ramadhan diumumkan sebagai aktor utama pemeran tokoh Minke di film adaptasi Bumi Manusia, beragam tanggapan muncul dan diungkapkan di media sosial. Mudah ditemukan komentar terkejut atau bahkan kecewa dengan keputusan tim sutradara Hanung Bramantyo dan Falcon Pictures. 

Bagi yang bertanya-tanya kenapa aktor utama Dilan 1990 dan eks grup CJR berusia 18 ini dipilih, tenang, kami paham. Kami bertanya lebih lanjut ke Hanung usai para pemain diumumkan dan dikenalkan di Studio Gamplong, Yogyakarta, Kamis malam, 24 Mei 2018.

"Memilih Iqbaal itu sejak kami membedah skenario, itu sebelum Dilan 1990 tayang," kata Hanung kepada Medcom.id. Hanung juga menyebut tiga kandidat aktor lain yang sempat dibidik.

Pilihan ini dikerucutkan ke tiga aktor paling muda, sebelum akhirnya jatuh ke Iqbaal, karena Hanung dan tim tidak ingin "mencurangi" usia Minke di cerita. Dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Minke berusia 20.

Selain soal usia, keputusan memilih Iqbaal memang tidak bisa dilepaskan dari penampilan dia sebagai remaja SMA berandal dan romantis di Dilan 1990. Ini disarankan pertama kali oleh Salman Aristo, yang mengerjakan naskah adaptasinya bersama Wahana Penulis sejak awal 2017.

"Tiba-tiba Aris nelpon, 'Lu liat Dilan, liat Iqbaal di Dilan 1990'. Oh ya sudah, gue lihat deh. Terus lihat, langsung (merespons), ini Minke," ujar Hanung.

Kenapa?

"Kegalauan Minke adalah kegalauan Dilan, sisi anak mudanya, sok jagonya, itu Iqbaal (dalam Dilan 1990). Apakah Dilan di novelnya seperti itu, aku enggak tahu, tapi Iqbaal memainkan Dilan dengan gaya sok jago dan segala macam, itu bisalah dimainkan menjadi Minke," ungkap Hanung membeberkan penilaiannya.

Soal lain adalah faktor popularitas yang didapat Iqbaal setelah Dilan 1990. Menurut Hanung, Dilan 1990 bisa dinikmati lintas generasi, dari remaja millenial hingga kalangan wanita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. 

"Suka tidak suka, Dilan 1990 memang box office dan yang membicarakan film ini enggak cuma generasi millenial, tetapi lintas generasi. Bahkan orang-orang seumurku, ibu-ibu arisan dan segala macam, membicarakan Dilan pas aku mengantar anakku sekolah. Para ibu itu ngomong, 'Kenalin dong sama Iqbaal'. Really?" tutur Hanung mengernyitkan mata.

Mungkin ada pula yang berpikir, pemilihan Iqbaal membuat sosok Minke menjadi terlalu pop dan tidak "sekeren" itu. Namun menurut Hanung, ada satu hal manusiawi yang sama-sama dialami Minke dan Dilan sebagai pemuda beranjak dewasa yang berhadapan dengan permasalahan asmara.

"Minke itu memang segalau itu, anak muda saat itu umur 20 tahun, segalau itu. Ternyata, saya membaca literatur Pram, membayangkan Minke, itu memang anak seperti itu," beber Hanung sembari menjelaskan salah satu adegan pertemuan Minke dan Annelies Mallema yang menunjukkan kegalauan serta kepolosan Minke.

"Membedah lagi novel Bumi Manusia, aktor ini memang harus anak umur 19-21 tahun, enggak bisa lebih dari itu," lanjutnya.

"Bumi Manusia itu sudah sangat membumi. Mungkin cara penulisan Pak Pram, yang pada saat itu sudah sangat sastra, sehingga membuat seolah-olah ini karya yang berat. Padahal sebetulnya, buat saya, Pak Pram itu kalau zaman sekarang adalah Dewi Lestari ketika menulis serial Supernova," tutur Hanung.

Film Bumi Manusia digarap oleh rumah produksi Hanung, Dapur Film, untuk Falcon Pictures dengan produser Frederica. Selain Iqbaal, pemainblain yang akan terlibat yaitu Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, Donny Damara, dan Mawar Eva de Jongh.

Naskahnya masih dalam tahap finalisasi di draf ketujuh. Proses syuting dijadwalkan untuk akhir Juli hingga Agustus 2018 dan sebagian besar set dibangun di Studio Gamplong Yogyakarta.

 




(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

14 hours Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA