Sekala Niskala Menang di Festival Film Berlin

Purba Wirastama    •    25 Februari 2018 14:24 WIB
festival film
Sekala Niskala Menang di Festival Film Berlin
Film Sekala Niskala garapan penulis-sutradara Kamila Andini meraih piala kemenangan di Berlin International Film Festival ke-68. (Foto: Dok. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)

Berlin: Film Sekala Niskala garapan penulis-sutradara Kamila Andini meraih piala kemenangan di Berlin International Film Festival ke-68. Film ini menang dalam sesi kompetisi Generation Kplus lewat penghargaan yang diberikan juri internasional pada Sabtu, 24 Februari 2018.

Generation Kplus adalah salah satu sesi pemutaran dalam Berlinale yang dibuat khusus untuk anak-anak sejak 1978. Pemutaran dilakukan antara lain di kebun binatang serta rumah pusat kebudayaan. Selain Kplus, sesi film khusus anak dan orang muda adalah Generation 14Plus.

Dalam BIFF ke-68, penghargaan utama dalam kategori Kplus dan 14Plus adalah Crystal Bear. Pemenang dipilih oleh sejumlah anak-anak anggota dewan juri. Selain itu, ada penghargaan Grand Prix yang diberikan oleh anggota juri dewasa.

Sekala Niskala (The Seen and Unseen) menerima penghargaan Grand Prix dari tiga juri dewasa untuk kategori Generation Kplus. Film panjang ini menang bersama film pendek asal Nepal berjudul Jaalgedi (A Curious Girl) garapan Rajesh Prasad Khatri.

"(Penghargaan ini) diberikan kepada seorang sutradara yang memiliki visi sinematik khusus. Sebuah dongeng puitik tentang hidup yang seimbang dan tidak seimbang. Film ini membawa perjalanan emosional lewat kesedihan, kemarahan, dan penerimaan. Film ini menyentuh kami semua lewat dunia unik. Ini film yang merangkul resiko, keaslian, dan mistik dalam tarian filmis yang digarap dengan hati-hati," kata pihak juri dalam pernyataan resmi di situs web BIFF.

Ifa Isfansyah, salah satu produser Sekala Niskala sekaligus suami Kamila, turut mengabarkan kemenangan ini lewat media sosial. Dalam keterangan foto Instagram, Ifa menuliskan pidato kemenangan Kamila di BIFF.

"Tidak mudah membuat film seperti Sekala Niskala. Saya memiliki ide ini enam tahun lalu dan setelah itu, semua teknologi sinema berubah. Terima kasih untuk Berlinale yang menyajikan film ini persis seperti sinema yang saya bayangkan pada saat saya mempunyai ide membuat Sekala Niskala," kata Kamila.

Sebelumnya, Sekala Niskala meraih anugerah film remaja terbaik dalam Asia Pacific Screen Awards (APSA) ke-11 di Brisbane pada November 2017. Film ini bersama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak juga meraih hadiah utama dari juri dalam Tokyo FILMeX ke-18, serta menjadi film terbaik Jogja-Netpac Asian Film Festival.

Keikutsertaan film ini di Berlin juga didukung oleh Bekraf dan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Film ini mengikuti kisah Tantri (Thaly Kasih), anak perempuan usia 10 yang menyadari dia tak punya banyak waktu dengan saudara kembarnya, Tantra (Gus Sena). Terbaring di rumah sakit, Tantra melemah dan mulai kehilangan kemampuan indera satu per satu. Tengah malam, Tantri terbangun dari mimpi menemui Tantra.

Malam hari menjadi tempat bermain mereka. Di bawah bulan purnama, Tantri menari tentang rumah, alam, dan perasaannya. Seperti bulan yang meredup dan digantikan matahari, begitu pula dengan Tantra dan Tantri. Bersama, Tantri mengalami perjalanan magis dan relasi emosional melalui ekspresi tubuh; antara kenyataan dan imajinasi, kehilangan dan harapan

Sekala Niskala akan diputar di bioskop Indonesia mulai Kamis 8 Maret 2018.



 


(DEV)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

2 weeks Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA