Kesuksesan Uang Panai Jadi Momen Kebangkitan Film Daerah

Elang Riki Yanuar    •    06 September 2016 17:19 WIB
film indonesia
Kesuksesan Uang Panai Jadi Momen Kebangkitan Film Daerah
Pemain film Uang Panai (Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Metrotvnews.com, Jakarta: Cinema 21 memberikan apresiasi kepada film Uang Panai yang sukses menembus penonton hingga ratusan ribu. Hal itu membuktikan jika film daerah juga bisa meraih penonton yang banyak.

Uang Panai hingga saat ini masih tayang di 18 layar di Makassar dan Palu. Masyarakat Sulawesi pun banyak yang memperbincangkan film karya sineas lokal, Asril Sani dan Halim Gani Safia ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berasal dari Makassar sempat menonton film ini di Jakarta pada 3 September 2016.

"Film bisa sukses saat cerita film itu memiliki ikatan emosional dengan penontonnya," kata Corporate Secretary Cinema 21, Catherine Keng dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.

Kesuksesan Uang Panai diharapkan Catherine memicu sineas daerah lain untuk membuat film berkualitas. "Uang Panai sekali lagi membuktikan film regional yang diproduksi dengan baik ditambah kedekatan emosional dan budaya daerah akan bisa menarik penonton yang di targetkan," ujarnya.

Meski layar yang didapatkan tak sebanyak film nasional, film Uang Panai mampu menjaring penonton. Menurut Wachyudi Muchsin selaku eksekutif produser, film Uang Panai menarik minat karena keterikatan warga Sulawesi dengan cerita filmnya.

Film Uang Panai bercerita tentang pemuda Bugis bernama Anca (Ikram Noer) yang berjuang menyediakan uang panai (mahar) dalam jumlah cukup besar demi mempersunting kekasih idamannya. Film ini sudah tayang sejak 25 Agustus 2016.

"Alhamdulillah, film kita disambut oleh masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Selatan. Sejak dirilis 10 hari lalu, sudah hampir 300 ribu penonton yang menyaksikan Uang Panai. Tim dan kru ingin menjadikan Uang Panai sebagai karya kebangkitan film daerah. Kita maunya semua daerah membuat film dengan khasanah lokal, tapi tidak menghilangkan kualitas," kata Wachyudi.

 


(ELG)