'Sajian' di Festival Film Musik Makan 2017

Purba Wirastama    •    21 Februari 2017 21:08 WIB
festival film
'Sajian' di Festival Film Musik Makan 2017
Film Musik Makan (Foto: dok. Film Musik Makan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Festival Film Musik Makan tahun ini akan menampilkan film Turah (Wicaksono Wisnu Legowo), Apprentice (Boo Junfeng), dan Ziarah (BW Purba Negara).

Ketiga film akan diputar dalam sehari pada Sabtu, 4 Maret 2017 di Goethe Institut Jakarta. Film-film ini telah mampir di beberapa festival film baik di Indonesia maupun negara tetangga.

Turah bercerita tentang dua orang kawan bernama Turah dan Jadag yang tinggal di kampung miskin Tirang. Dalam trailer filmnya di Youtube, tampak bahwa mereka punya sikap berbeda dalam menyikapi kehidupan yang sulit. Meski demikian, seperti ditulis Wicaksono di catatan trailer, mereka sama-sama terdorong untuk melawan pesimisme serta ketakutan terhadap juragan kaya bernama Darso.

Film yang produksi FourColour Films ini diproduseri oleh Ifa Isfansyah (sutradara Pendekar Tongkat Emas). Pada tahun 2016, film Turah mendapat penghargaan Special Mention Asian Feature di Singapore International Film Festival, serta Geber Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Sang sutradara Wicaksono juga mendapat NETPAC Awards dari JAFF atas kontribusinya bagi gerakan sinema baru.



Film kedua adalah Apprentice karya sutradara Singapura. Film mengikuti tokoh Aiman, petugas muda di lembaga pemasyarakatan yang dipindahtugaskan ke penjara khusus. Di penjara dengan tingkat keamanan tinggi ini, Aiman bertemu dengan Rahim, kepala eksekutor penjara kawakan yang ternyata dulu pernah menghukum gantung ayah Aiman.  

Apprentice pernah diputar dalam program Un Certain Regard di Cannes Film Festival 2016. Un Certain Regard adalah program kompetisi festival untuk film-film yang menawarkan cerita dan cara bercerita yang berbeda.



Ziarah, atau Tales of the Otherwords, menceritakan perjalanan Sri, perempuan di usia senja dalam mencari makam suami yang hilang semasa Agresi Militer Belanda II.

Pada tahun 2016, film ini mendapat penghargaan Best Asian Feature di Salamindanaw Asian Film Festival. Selain itu juga turut masuk sebagai nominasi Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia, Piala Dewantara di Apresiasi Film Indonesia, dan program kompetisi di JAFF.



Film Musik Makan (FMM) merupakan acara tahunan yang diadakan oleh kelompok distribusi film bernama Kolektif sejak tahun 2014. Acara ini mempertemukan para penggemar film, musik, dan kuliner untuk menikmati ketiganya dalam satu hingga dua hari khusus. Pada gelaran keempat tahun 2017, festival diadakan selama satu hari saja.

Untuk sesi musik, FMM 2017 menghadirkan grup musik Pandai Besi.

Sementara untuk sesi kuliner, tiga makanan spesial akan hadir, yaitu mie ayam Kecombrang olahan sutradara Lola Amaria (Sanubari Jakarta), Panggang Bro dari sinematografer Batara Goempar (Garis Finish), serta lumpia Semarang ala editor Aline Jusria (Catatan Harian Si Boy).

FFM 2017 akan berlangsung selama sehari dari jam 12 siang hingga 11 malam. Untuk mengikuti acara ini, peserta dapat memberi donasi sebesar Rp200 ribu di luar sesi makan. Untuk memesan, peserta dapat menghubungi pihak Kolektif melalui telpon dan pesan di nomor 085693346659 atau surel pada alamat filmmusikmakan@gmail.com.


(ELG)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

1 day Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA