Pidi Baiq Senang Jika Film Dilan 1990 Disambut Positif

Purba Wirastama    •    07 Februari 2018 20:39 WIB
film dilan
Pidi Baiq Senang Jika Film Dilan 1990 Disambut Positif
Pidi Baiq (Foto: medcom/elang)

Jakarta: Film adaptasi Dilan 1990 mencapai 4,16 juta penonton dalam dua pekan tayang dan direspons sebagian penonton dengan berbagai komentar dan humor meme di media sosial. Penulis novel aslinya, Pidi Baiq menyatakan senang jika film ini mendapat sambutan positif.

"Saya senang mendapat kabar bahwa film Dilan 1990 mendapat sambutan positif," kata Pidi lewat manajernya dalam pesan singkat kepada Medcom.id, Rabu, 7 Februari 2018.

"Karena tujuan saya mau memfilmkan novel Dilan itu adalah untuk membuat kawan-kawan saya senang. Percuma penonton banyak, kalau filmnya mengecewakan. Kalau ada kawan saya yang tidak senang atau tidak puas dengan film Dilan, saya mau bilang mohon maaf sebesar-besarnya. Hanya Allah yang Maha Sempurna," lanjut Pidi.

Dilan 1990 diadaptasi dari novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq terbitan Mizan 2014. Buku ini merupakan bagian pertama dari trilogi Dilan-Milea. Proyek adaptasi film ditangani Max Pictures dan Falcon Pictures dengan produser Ody Mulya Hidayat dan sutradara Fajar Bustomi. Pidi bergabung sebagai sutradara untuk ikut mengontrol aspek kreatif.

Saat film dalam tahap produksi, samar terdengar kabar bahwa ada konflik internal tim produksi terkait perbedaan kreatif. Dalam wawancara dengan Beritagar.id pada Desember 2017, Pidi mengaku sempat kecewa karena harus menghadapi banyak kompromi saat produksi. Syuting film, seperti ditulis dalam artikel, dirampungkan dalam perasaan tak puas.

"Bukan karena isi ceritanya. Lebih karena saya berkarya tidak sepenuhnya di wilayah saya," kata Pidi, dikutip dari Beritagar.id.

Pada Januari 2018, Fajar Bustomi mengakui ada konflik tersebut. Setelah beragam kompromi dan filmnya jadi, mereka menyebut Pidi puas dan senang. Mereka maklum jika penulis novel tak tega karyanya dipotong-potong.

"Saya pun, kalau jadi penulis novel, itu karya kita, 'anak' kita. Ketika 'anak' kita dipotong kaki tangannya, pastinya (tidak rela). Di situlah saya memeluk dia, saya bilang, ketika novel kamu sudah dibuat, dan siap ke film, kamu harus siap dengan media berbeda," kata Fajar di Jakarta, Selasa, 16 Januari 2018.

"Saat novel harus dijadikan film, itu imajinasi pembuat film. Jadi harus ikhlas, enggak mungkin 345 (halaman novel) bagus semua (bisa dimasukkan)," lanjutnya.

Adaptasi Novel Dilan, Sutradara dan Produser Ungkap Konflik Internal dengan Pidi Baiq

Ody Mulya menyebut bahwa Pidi adalah seniman realis. Namun tim produksi ingin mewujudkan gambar sesuai 'tuntutan' penonton, termasuk soal bagaimana penggambaran warung makan 'warteg'.

"Memang ada kendala soal aspek visual novel. Kami terangkan, visual akan seperti ini jadinya. Kami maklum, Ayah (panggilan Pidi) belum tahu banget sinematografi, pengerjaan film. Saya jelaskan, ini harus bagaimana (...). Jadi akhirnya Ayah mikir: Ya ini tuntutan penonton, bukan saya lagi," ujar Ody.

Dilan 1990 kini masih ditayangkan di lebih dari 600 layar bioskop di 60-an kota. Capaian 4,16 juta penonton menempatkan Dilan 1990 dalam posisi lima film domestik terlaris sejak 2007. Sekuelnya, Dilan 1991, digarap bersamaan dengan film pertama tetapi belum ada jadwal rilis resmi. Adaptasi novel ketiga sedang disiapkan.

 


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA