Slamet Rahardjo Sebut Laila Sari Aktor Teater Berbakat

Purba Wirastama    •    21 November 2017 21:07 WIB
laila sari
Slamet Rahardjo Sebut Laila Sari Aktor Teater Berbakat
Slamet Rahardjo (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Laila Sari pernah bermain peran satu layar dengan Slamet Rahardjo dalam film debut Teguh Karya, Wajah Seorang Laki-laki (1971). Menurut Slamet, yang belajar di teater modern, Laila adalah aktor teater klasik yang saat itu cukup dikenal dan punya kemampuan luar biasa.

"Sebagai aktris panggung, dia memiliki kemampuan luar biasa. Dia memiliki suara dengan volume bagus, artikulasi bagus, dan juga bisa menyanyi," kata Slamet saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa 21 November 2017.

"Sebagai artis teater, Laila Sari memiliki potensi yang cukup untuk menjadi artis besar. Cuma mungkin, karena saat itu teater belum mendapatkan perhatian atau pemikir teater, teater belum bisa dijadikan pegangan hidup," lanjut Slamet.

Setelah film Wajah, menurut FilmIndonesia.or.id, Laila bermain di sedikitnya 16 film hingga 1996, seperti Singa Betina dari Marunda (1971) garapan Sofia Waldy dan Sinyo Adi (1977) garapan Lilik Sujio alias Astaman Jr. Dia muncul lagi dalam beberapa film pada era 2000-an.

Awal Mula Artis Senior Laila Sari Nyanyikan Lagu Rock

Selain film, Laila aktif di pertunjukan teater bersama para aktor Tangkiwood. Tangkiwood tak lain merujuk pada istilah Hollywood dan digunakan untuk menyebut kampung Tangki di Jakarta Barat, yang pada sejak 1930-an dihuni sejumlah aktor teater Lokasari.

Kejayaan Lokasari meredup seiring perkembangan teknologi hiburan dan pertunjukan. Beberapa media massa pernah menerbitkan tulisan soal situasi Tangkiwood terkini. Sebelum meninggal, Laila kerap disebut sebagai aktor terakhir Tangkiwood yang masih tinggal di sana.

Sisi Lain Laila Sari

Menurut Slamet, teater pada era itu sulit dijadikan satu-satunya sumber pendapatan tunggal. Kondisi ini membuat pengembangan teater juga macet.

"Tantangan-tantangan hidup dalam hal ekonomi akan menjadi masalah. Kehidupan mereka yang pas-pasan membuat tidak bisa eksplorasi lebih jauh bagi pengembangan teater. Mereka masih terikat oleh kebutuhan primer sehari-hari," tutur Slamet.

Kini Laila telah tiada, tak lama setelah ratusan orang menyumbang dana baginya lewat acara televisi swasta dan situs penggalangan dana. Dia meninggal dalam usia 82 tahun pada Senin 20 November 2017 dan dikebumikan di TPU Karet Bivak Jakarta, satu liang bersama suami yang lebih dulu meninggal.

"Saya ikut berduka cita. Rasa duka cita saya kepada semua keluarga Tangkiwood," tukas Slamet.


 


(ELG)