Terbuka pada Kritik, Produser Gelar Nobar Gratis Film Naura & Genk Juara

Purba Wirastama    •    24 November 2017 15:29 WIB
naura
Terbuka pada Kritik, Produser Gelar Nobar Gratis Film Naura & Genk Juara
Amalia Prabowo (tengah) bersama Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi (kiri) (Foto: MTVN/Purba)

Jakarta: Amalia Prabowo, produser Naura & Genk Juara, menyatakan pihaknya sangat terbuka terhadap segala kritik terkait film. Namun dia mengajak orang-orang untuk menonton film terlebih dulu sebelum buru-buru menyebarkan tudingan negatif.

"Mari kita tonton dulu sehingga kita melihat konteksnya. Kami tetap terbuka untuk menerima kritik dan saran dari teman-teman," kata Amalia saat ditemui di kawasan Gelora, Jakarta.

Sebelumnya, sebuah opini atas nama Nina Asterly tersebar di media sosial dan grup-grup percakapan ponsel. Dia menyebut bahwa film NGJ menghina agama. Opini ini disusul dengan ajakan untuk memboikot film dan petisi untuk menarik film dari peredaran.

Kendati tudingan ini disepakati sejumlah pihak, Amalia menyebut bahwa banyak pihak yang tetap mendukung film dan tidak terpengaruh kabar tersebut. Salah satunya, kata Amalia, adalah gerakan 'Menonton Dulu, Opini Kemudian' dari Jawa Timur.

Gerakan ini menginspirasi Amalia untuk menawarkan acara nonton bareng gratis bagi para orang tua.

"Menurut saya itu sangat positif. Bahkan akhirnya kami bilang, kalau orang tua ingin menonton dulu, mari silakan kami akan fasilitasi, kami akan beri beberapa tempat, nobar gratis untuk para orang tua dulu," ujar Amalia.

LSF Tegaskan Film Naura & Genk Juara Tidak Menistakan Agama

"Jangan ajak anak-anak, tonton dulu, lalu beropinilah. Kalau memang orang tua bergembira, Sabtu-Minggu, ajaklah anak-anak (menonton). Dampingilah anak-anak untuk diteruskan pesan baiknya. Kalau ada yang enggak setuju, ya sudah, Sabtu Minggu enggak usah diajak," lanjut dia.

Dua acara nobar gratis dipastikan akan berjalan di Jakarta pada sore ini, Jumat 24 November 2017. Menurut pihak NGJ, mereka akan mengadakan acara nonton bersama di bioskop Pondok Indah Mall dan Kalibata.

Menyikapi tuntutan agar film ditarik dari peredaran, Amalia menyatakan tidak akan mundur. Ke depan, mereka juga masih akan terus berkarya karena mendapat dukungan dari banyak pihak.

"Kami akan terus berkarya karena kami yakin banyak teman-teman yang terus menyemangati kita. Ketika karya kami dikritisi, kami akan mencontohkan cara menyikapi sebuah kritik secara santun. Kami tidak akan menggunakan 'tarian' yang digunakan oleh pihak-pihak yang memberikan contoh berbahaya bagi anak," tukas Amalia.


 


(ELG)