Peran Zack Snyder akan Lebih Kecil di Film DC Berikutnya

Purba Wirastama    •    28 Juli 2017 14:20 WIB
film asing
Peran Zack Snyder akan Lebih Kecil di Film DC Berikutnya
Batman v Superman Dawn of Justice (foto via mediastinger)

Metrotvnews.com, Jakarta: Zack Snyder, sutradara Man of Steel dan Justice League, dikabarkan akan mendapat porsi lebih sedikit dalam keputusan kreatif waralaba DC Extended Universe (DCEU) milik Warner Bros Pictures berikutnya. Begitu juga dengan Deborah Snyder, istri Zack dan produser sejumlah film DCEU.

Sebelumnya pada Mei 2017, Zack dan Deborah mundur dari proyek film Justice League untuk fokus pada pemulihan keluarga paska tragedi kematian anak mereka. Zack merekrut Joss Whedon sebagai sutradara pengganti untuk memegang kendali tahap paska-produksi dan syuting ulang beberapa adegan. Joss adalah sutradara sejumlah film Avengers dari waralaba Marvel Cinematic Universe (MCU).

Seperti dilaporkan Mashable, sejumlah sumber menyebut bahwa Warner Bros berencana melanjutkan proyek DCEU dengan memberi sedikit porsi kreatif untuk Zack dan Deborah. Mereka berdua terlibat penuh sejak film pertama DCEU, Man of Steel (2013). Zack lantas menyutradarai Dawn of Justice (2016), duduk di jajaran produser untuk Suicide Squad (2016) dan Wonder Woman (2017), serta ikut menyusun cerita untuk Justice League.

Pihak WB membantah kabar tersebut. Menurut Toby Emmerich, presiden dan kepala divisi konten grup WB Pictures, Zack dan Deborah tetap punya peran dalam keputusan kreatif.

"Snyder tetap menjadi bagian penting dari keluarga Warner Bros dan terlibat secara aktif dalam beberapa film DC berikutnya, termasuk Justice League. Kami puas terhadap kerjasama kami dan menantikan kolaborasi selanjutnya," kata Toby, dikutip dari Mashable.

Namun pernyataan Toby tidak meruntuhkan rumor yang dilaporkan oleh Mashable. Zack dan Deborah tentu saja masih punya peran dalam DCEU. Selain Justice League yang akan dirilis pada akhir 2017, mereka juga terlibat sebagai produser atau produser eksekutif untuk beberapa proyek film DCEU, seperti Gotham City Sirens, Aquaman, Suicide Squad 2, dan Flashpoint.

Jika rumor tersebut benar, film DCEU berikutnya kemungkinan besar akan memiliki gaya dan nuansa berbeda. Film-film awal DCEU digarap oleh Zack dan punya kesan suram, kelam, metalik, serta menonjolkan kekuatan fisik otot. Wonder Woman garapan Patty Jenkins mengubah citra ini dengan menghadirkan kehangatan dan warna baru.

Pendekatan Patty juga terbukti sukses. Sebagai film keempat DCEU, Wonder Woman meraup pendapatan tertinggi dan disambut dengan hangat oleh para kritikus. WB tentu tidak ingin menyia-nyiakan keberhasilan tersebut dengan tetap melanjutkan kerjasama dengan Patty dan Gal Gadot untuk film DCEU berikutnya. Proyek sekuel Wonder Woman dipastikan akan berjalan untuk dirilis pada akhir 2019.

Joss Whedon, orang di balik MCU yang kemudian direkrut, sangat mungkin memberi pengaruh baru untuk DCEU. Selain terlibat dalam penggarapan Justice League, Joss juga akan menulis dan menyutradarai Batgirl untuk DCEU.

Sementara David Ayer, sutradara Suicide Squad, dikabarkan tidak terlalu tertarik lagi dengan DCEU. Kini dia sedang mengerjakan film Bright untuk Netflix dengan anggaran USD 90juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. David bercerita bahwa Netflix tidak melakukan intervensi kreatif dan dia punya cukup kebebasan dalam proyek tersebut.

Sebagai catatan, Suicide Squad adalah satu-satunya film David dengan kategori PG-13. Artinya, David harus mempertimbangkan tingkat kepantasan film untuk penonton remaja. Sebelumnya dia membuat sejumlah film laga dan kriminal seperti Street Kings (2008) dan Fury (2014).

"Aku rasa orang-orang tidak memahami situasi yang dihadapi para pembuat film," kata David dalam salah satu panel Comic-Con 2017 di California, dikutip dari Mashable.

"(Bright) tidak seperti omong kosong studio soal standar film PG-13. Aku lebih leluasa melakukan apapun di sini," lanjutnya.

Rumor sempat beredar lewat Comic-Con bahwa David tidak lagi mengerjakan films sempalan Suicide Squad, Gotham City Sirens. Namun perwakilan David, seperti dilaporkan Slashfilm, menyatakan bahwa David masih terlibat. Proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan naskah.

 


(ELG)