Bridget Jones Kembali, Kini Tengah Mengandung

Nia Deviyana    •    06 September 2016 11:53 WIB
film asing
Bridget Jones Kembali, Kini Tengah Mengandung
(Foto: Mirror)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Aktris pemenang Oscar Renee Zellweger kembali lagi sebagai Bridget Jones dalam episode ketiga Bridget Jones, Bridget Jones's Baby.

Bridget Jones yang kini berusia 40-an masih tetap lajang, tetapi tengah mengandung.

Bridget Jones pertama kali dirilis pada 2001, bertajuk Bridget Jones Diary. Sekuelnya, Bridget Jones: The Edge of Reason dirilis pada 2004. Film populer ini merupakan adaptasi dari novel 90-an karya Helen Fielding.

Zellweger seperti dikutip Reuters mengatakan Jones tua kini telah menjadi produser berita televisi. Seperti film sebelumnya, ia masih menghadapi banyak ketidakberuntungan.

"Ini karakter yang saya cintai. Jones sangat familiar dengan saya. Walaupun secara figur telah berubah (lebih tua), tapi secara sifat tidak berubah," ujar Zellweger.

Film bergenre komedi romatis ini dimulai dengan kisah Bridget Jones yang berusia 43 tahun. Ia baru saja putus dari kekasihnya, Mark Darcy.

Ia kemudian bertemu Jack Qwant, yang diperankan Patrick Dempsey. Jones kemudian hamil dan tak tahu siapa ayah dari bayinya.

"Ia tidak begitu naif. Kabar baiknya, dua orang yang melamarnya adalah orang-orang yang baik. Ini persaingan yang berbeda karena saya pikir kurang tepat untuk jatuh cinta dengan pria konyol di usianya yang sekarang," tambah Zellweger, berkisah tentang perannya.


Film ini cukup dinanti para penggemar Bridget Jones yang terkejut dengan buku Bridget Jones: Mad About The Boy (2013). Buku tersebut mengisahkan Fielding membunuh karakter Darcy, meninggalkan Jones yang tengah mengandung.

"Dari mulai kita menyiapkan produksi, saya sudah gugup. Membayangkan tekanan apakah film ini nantinya akan menjadi lucu seperti dulu, apakah film ini masih relevan atau tidak, dan sebagainya," ungkap sutradara Sharon Maguire.

"Tapi saya pikir, ada cinta abadi untuk karakter Jones," tambah Maguire.

Bridget Jones's Baby tayang di Amerika 16 September 2016.


(DEV)