Film Aruna & Lidahnya Hanya Tampilkan Lima Kota dari Novel Asli

Purba Wirastama    •    11 Juli 2018 20:57 WIB
film indonesiaFilm Aruna dan Lidahnya
Film Aruna & Lidahnya Hanya Tampilkan Lima Kota dari Novel Asli
Edwin (MTVN-Shindu Alpito)

Jakarta: Dalam novel Aruna & Lidahnya, Aruna pergi ke sedikitnya delapan kota Indonesia untuk menyelidiki wabah flu unggas dan sekaligus mencicip beragam sajian kuliner lokal bersama tiga kawannya. Namun dalam versi film, hanya lima kota yang diceritakan.

"Dari awal kami tahu, enggak bisa ke 10 kota itu. Jadi, kami kerucutkan lagi, lebih sedikit dan kami pilih-pilih. Ada beberapa kali kami berkunjung ke Pontianak, Madura – mencoba makanan yang ada maupun enggak ada di buku," ungkap Edwin saat berkunjung ke kantor Media Group Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Kelima kota itu adalah Surabaya, Pamekasan, Pontianak, Singkawang, dan terakhir Jakarta. Karena kota tujuan dikurangi, makanan lokal yang diceritakan juga ikut berkurang, bahkan tidak semua.

Menurut Edwin dan produser Meiske Taurisia, mereka hanya mengambil sembilan macam makanan dari kota-kota tersebut. Misalnya, kacang kuah dari Surabaya atau mie kepiting khas Pontianak.

"Macam-macam alasannya, mulai dari keunikan makanan, dari visualnya – enak dilihat atau enggak, dan juga dari ceritanya. Momen ketika mereka makan, itu cocoknya makanan apa. Misalnya, Aruna sedang sedih. Kami mencari makanan yang kira-kira nyambung dengan perasaannya," terang Edwin.

"Di sini, makanan memang kayak audisi pemain juga. Pemain beneran akan berpasangan dengan makanan dan terjadilah dialog penting. Itu yang dijadikan pegangan untuk memilih makanan apa yang cocok atau akan muncul," imbuhnya.

Mereka juga memilih makanan yang komposisinya sudah mereka tahu betul, seperti nasi goreng atau soto. Ada juga pertimbangan soal "jarang dikulik", misalnya saat mereka ingin memasukkan jenis chinese food. Pilihannya adalah Medan atau Pontianak.

"Banyak yang mirip-mirip sebenarnya, tetapi kayaknya mie kepiting Pontianak agak jarang kita lihat," ujar Edwin.

Aruna & Lidahnya adalah adaptasi bebas atas novel karya Laksmi Pamuntjak. Naskahnya ditulis Titien Wattimena. Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia menjadi produser dalam bendera Palari Films. Ini menjadi film kedua Palari setelah Posesif, yang mengantarkan Edwin meraih Piala Citra sebagai sutradara terbaik tahun lalu.

Dian Sastrowardoyo menjadi aktris utama pemeran Aruna. Dia didampingi oleh Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, dan Oka Antara.

Aruna & Lidahnya dijadwalkan tayang di bioskop pada September 2018.

 


(ELG)