Pokemon 20, Mengulang Kembali Perjalanan Ash

Purba Wirastama    •    22 November 2017 16:37 WIB
review film
Pokemon 20, Mengulang Kembali Perjalanan Ash
Pokemon the Movie: I Choose You!

Jakarta: Ash Ketchum alias Satoshi, bocah dari kota Pallet, menginjak usia 10 pada hari itu. Sama seperti bocah-bocah lain di dunia fiksi Pokemon, status usia 10 mengizinkan Ash untuk mulai menapaki jalan hidup sebagai pelatih monster warna-warni nan menggemaskan, yang bisa disimpan dalam bola kecil secara digital.

Pagi itu dia terlambat bangun. Tiga monster milik Profesor Oak telah diambil tiga bocah lain, padahal Ash sangat ingin salah satunya. Ash pun terpaksa mengambil monster keempat yang bandel, Pikachu. Anak baru di kota ini memang dibekali dengan monster dari laboratorium. Entah apa masih ada stok dari Profesor jika bocah kelima datang hari itu.

Pertemuan Ash dan Pikachu yang awalnya tak akur bukan kisah baru di waralaba Pokemon. Penggalan cerita ini merupakan adaptasi longgar atas serial animasi Pokemon episode pertama yang dirilis di Jepang pada 1997 dan di Indonesia pada era 2000-an. Kisah serupa mengenai tiga Pokemon 'starter' dan Profesor Oak juga diceritakan dalam beberapa versi gim video.

Film ke-20 ini, yang berjudul Aku Memilihmu!, kembali mengulang kisah awal Ash, yang punya ambisi untuk menjadi pakar Pokemon. Semangat tinggi terlihat saat Ash dan Pikachu bertemu dengan Ho'oh, monster burung legendaris yang terbang melewati mereka dan menjatuhkan sehelai bulu pelangi.

Ambisi dan semangat muda ini terbukti masih semuda usianya. Dalam perjalanan, Ash mengalami beberapa kegagalan saat bertarung dengan pelatih monster lain. Dia sempat kecewa mengapa pada hari pertama tidak dapat mengambil monster lain yang telah diidamkan.

Dalam berkelana, Ash berjumpa dengan dua pelatih lain yang kemudian menjadi teman perjalanan. Lalu ada satu sosok rival angkuh yang sama-sama ambisius seperti Ash. Mereka bukan Brock, Misty, atau Gary, tetapi tokoh lain dengan monster dari generasi berbeda.

Kendati berbeda, para penggemar tak bakal asing dengan susunan tokoh dan alur cerita semacam ini. Tak ketinggalan, tim Rocket muncul di sela cerita sebagai sentuhan komedi.

Ada nilai kebaikan yang mudah dicerna layaknya animasi anak-anak, soal kepercayaan diri, kesiapan, persahabatan, rasa saling percaya, empati, serta hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan makhluk di sekitar.

Penggemar fanatik bisa puas melihat para monster yang mengalami perubahan wujud secara sempurna. Prosesnya cepat dan tak sepanjang jalan cerita di gim video, yang dibuat supaya pengguna bermain lebih lama. Tak dapat dipungkiri, pertimbangan bisnis seperti ini mempengaruhi jalan cerita.

Tak ada hal yang benar-benar baru untuk ukuran waralaba kisah yang telah berumur 20 tahun. Ada gaya animasi yang dipertahankan dan jadi unsur pembeda, jika tak ingin disebut tak banyak inovasi. Dalam beberapa bagian, ketika narasi pindah ke dunia non-riil Ash, pilihan warnanya, bagi saya pribadi, tidak ramah mata.

Kisah dan alur petualangan Ash serta Pikachu cukup sederhana untuk dipahami anak-anak. Lagipula LSF telah meluluskan film ini dengan kategori Semua Umur. Bagi penggemar yang hidup dengan kisah Pokemon sejak era 2000, film ini mungkin menjadi nostalgia. Kapan lagi menonton Pokemon di layar lebar?

Pokemon the Movie: Aku Memilihmu!
Sutradara: Kunihiko Yuyama
Naskah: Shoji Yonemura
Cerita asli: Satoshi Tajiri
Produksi: Studio OLM
Rilis Indonesia: 29 November 2017 (DNA Productions)

 


(ELG)