Produser Mario Kassar Libatkan Aktor Indonesia di Film Foxtrot Six

Retno Hemawati    •    02 Maret 2017 11:11 WIB
film asing
Produser Mario Kassar Libatkan Aktor Indonesia di Film Foxtrot Six
(Foto: Albawaba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Produser eksekutif film kenamaan Mario Kassar, 61, bakal melibatkan aktor-aktor Indonesia dalam film terbarunya berjudul Foxtrot Six. Kassar yang pernah memproduseri setidaknya 38 film hingga saat ini telah mengantongi empat nama aktor Indonesia, yakni Oka Antara, Arifin Putra, Verdi Solaiman, dan Mike Lewis.

Saat ini dirinya telah berada di Indonesia selama sebulan penuh. Dia melakukan banyak hal, termasuk riset lokasi untuk syuting dan berjumpa dengan banyak calon bintang film itu.

Dia menyebut saat ini masih terbuka kesempatan bagi calon lain yang akan bergabung.

Dia akan dibantu Randy Korompis, sutradara Indonesia yang telah berpengalaman selama 12 tahun bekerja di perusahaan seperti High Moon Studios dan Disney. Dia juga akan bekerja sama dengan produser film berkewarganegaraan Prancis dan Australia, Guillaume Catala.

Saat ini Foxtrot Six sedang dalam masa persiapan produksi.

"Saya memperkirakan akan memulai syuting pada awal Agustus 2017 dan kemudian akan merilis kabar ini kepada media massa internasional pada Mei 2018. Ini akan diberitakan secara besar-besaran sebagai film Hollywood Asia," kata dia saat wawancara khusus dengan Media Indonesia, kemarin.

Dia juga memuji film Indonesia yang berkesempatan ditonton khalayak internasional, yakni The Raid dan The Raid 2.

"Ini kerja sutradara film dari Wales yang sangat bagus," kata dia. Sutradara yang dimaksud ialah Gareth Evans.

Dia juga memuji banyak aktor Indonesia yang sangat baik berakting, termasuk Iko Uwais.

"Banyak aktor muda Indonesia yang sangat bertalenta, aktif, dan menyenangkan."

Terkait dengan lokasi, film Foxtrot Six akan banyak mengambil gambar di Jakarta dan sebagian di Washington DC.

"Kami juga akan melibatkan beberapa aktor Amerika, tetapi jangan dibayangkan kami akan mengajak superstar," kata dia.

Dia menambahkan, dalam film itu membawa aktor superstar Hollywood tidak menjadi tujuan utama. "Ini ialah koproduksi dan kerja sama. Saya membawa pengetahuan Hollywood saya untuk mempresentasikan film Hollywood Asia dalam film ini."

Foxtrot Six yang bergenre science fiction bakal dilengkapi dengan aksi dan latar belakang masa depan. Film itu digarap rumah produksi Rapid Eye Pictures dan East West Synergy.

Cerita menyentuh

Sebagai pekerja seni yang telah puluhan tahun terlibat di dunia perfilman, dia belajar banyak. Pengetahuan yang luas membuatnya semakin terbuka ketika ditanya prediksi tren genre favorit untuk lima tahun mendatang.

"Setiap negara membuat film dengan variasi genre yang berbeda. Film selalu tumbuh. Membuat film itu sama seperti musik. Musik itu hanya terdiri dari tujuh not, tetapi bisa dibuat banyak karya dari situ," katanya.

Secara rinci dia menjelaskan membuat karya seni, dalam hal ini film, yang penting ialah ceritanya.

"Jika ceritanya mampu menyentuh secara personal, film itu akan menjadi bagus. Karya yang baik selama ini ialah film tentang manusia, tentang apa yang dirasakannya, karakter, kepedulian, dan juga identifikasi seseorang pada yang lainnya."

Terkait dengan iklan yang sering kali bermunculan dalam film dan bagaimana meletakkannya sebaik mungkin, dia menerangkan, "Kita harus membuat promosi secara cerdas karena tidak sedang berjualan sampo atau minuman ringan. Masalah finansial itu satu persoalan, tetapi buat saya, film ini ialah tentang mempromosikan Indonesia. Saya ingin bilang kepada orang-orang, 'Lihatlah kami, kami sekarang ada di Indonesia dan lihatlah apa yang kami lakukan, lihatlah talenta apa yang dimiliki, dan lihatlah bagaimana kami bisa melakukannya dengan hebat'. Sekali lagi, ini ialah tentang mempromosikan Indonesia dan saya bangga melakukannya," tutup lelaki yang sangat optimistis pada penonton film di Indonesia itu.


(DEV)