Novel Sin dan Invalidite Diangkat ke Layar Lebar

Elang Riki Yanuar    •    26 September 2018 20:57 WIB
film indonesia
Novel Sin dan Invalidite Diangkat ke Layar Lebar
Novel Sin (Foto: dok. falcon)

Jakarta: Falcon Pictures kembali mengangkat sebuah novel laris ke dalam layar lebar. Kali ini giliran novel milik penulis muda Faradita yang karyanya akan dituangkan ke film.

Ada dua novel karya Faradita yang akan diangkat ke layar lebar yaitu, Sin dan Invalidite. Novel Sin disebut sudah terjual 13 ribu eksemplar dan empat kali dicetak ulang. Sementara respons serupa ditunjukkan Invalidite yang sudah terjual lima ribu eksemplar meski baru memasuki tahapan prajual.

"Kami memiliki komitmen ingin mengajak generasi muda yang berbakat untuk berkarya. Kami menganggap Faradita sebagai penulis muda dan berbakat, dan kami senang bisa memberikan dukungan dengan mengangkat karyanya ke layar lebar," kata Produser Falcon Frederica dalam keterangan tertulisnya.

Falcon sebelumnya sudah pernah mengangkat novel-novel laris seperti Teman Tapi Menikah karya Ayudia Bing Slamet dan Dito. Mereka saat ini juga sedang menggarap film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yaitu, Bumi Manusia.

"Kami juga terbuka untuk karya-karya generasi muda terbaik lainnya," ujarnya.

Mengetahui dua novelnya akan diangkat ke layar lebar membuat perasaan Faradita campur aduk. Dia sempat tidak percaya. "Sebab saya tidak pernah berpikir bakal di filmkan. Saya hanya menulis saja awalnya, tidak punya target apa-apa," kata Faradita.

Novel Sin berkisah tentang kisah cinta remaja antara Raga Angkasa dengan seorang gadis cantik, nakal, dan menjadi idola di sekolahnya bernama Amerta Rinjani. Kisah cinta mereka sangat rumit, penuh dengan misteri. Bahkan mereka menganggap apabila mereka bersatu justru akan menjadi sebuah dosa.

Sedangkan Invalidite mengisahkan tentang sosok Dewa, seorang mahasiswa yang mempunyai latar belakang keluarga yang kaya raya, tapi tidak peduli dengan kuliahnya. Ia lebih memilih menekuni profesinya sebagai fotografer profesional. Hingga suatu saat Dewa berkenalan dengan wanita bernama Pelita yang mampu mengubah pemikirannya.

"Yang membuat saya yakin ya karakter Raga dan Amerta itu kok rasanya akan jadi semakin hidup dan menarik disimak lewat media film. Secara cerita, masing-masing karakter sangat kuat dan bakal enak juga jadi materi tontonan," tutup Faradita.


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA