Studio Film The Weinstein Company Nyatakan Bangkrut

Purba Wirastama    •    20 Maret 2018 18:50 WIB
harvey weinstein
Studio Film The Weinstein Company Nyatakan Bangkrut
Harvey Weinstein (Foto: wenn)

New York: The Weinstein Company, studio film yang didirikan Bob and Harvey Weinstein pada 2005, menyatakan bangkrut. Selama beberapa bulan, studio tak kunjung menemukan investor baru setelah mengalami kejatuhan karena kasus pelecehan seksual yang menjerat Harvey pada Oktober 2017.

Menurut laporan Reuters, The Weinstein Company (TWC) mengajukan pailit di Pengadilan Delaware, dengan kewajiban USD500 juta hingga USD1 triliun dan aset USD500 juta hingga USD1 triliun. Lantern Capital Partners menjadi penawar awal atas aset mereka. Perusahaan lain dapat ikut dalam penawaran lelang setelah hakim meninjau prosedur lelang.

Sebelumnya, TWC telah sepakat dengan sebuah grup investor pimpinan Maria Contreras-Sweet, mantan pegawai administratif Barrack Obama. Namun pada awal Maret, grup ini membatalkan diri karena melihat TWC punya kewajiban lebih banyak dari yang diungkapkan.

Selain Lantern, perusahaan lain yang menunjukkan ketertarikan adalah Lions Gate Entertainment dan Miramax. Miramax didirikan oleh Harvey dan Bob pada 1979, tetapi kini dimiliki oleh beIN Media Group Qatar setelah beberapa kali berpindah tangan.

Harvey menjadi sorotan besar di Hollywood sejak Oktober 2017, setelah New York Times dan The New Yorker menerbitkan laporan dugaan pelecehan seksual yang dia lakukan bertahun-tahun. Puluhan perempuan, termasuk aktor dan selebritas, membuat pengakuan publik. Isu ini berkembang luas dan memunculkan gerakan #MeToo dan Time's Up.

Harvey telah dipecat dari The Weinstein Company dan tak lagi menjadi anggota sejumlah asosiasi, seperti Producers Guild of America, Directors Guild of America, Academy of Motion Picture Arts and Sciences, dan British Academy of Film and Television.

Kasus ini berdampak ke citra perusahaan TWC. Beberapa proyek film dan serial serta perusahaan memutus kerja sama dengan TWC, seperti Peaky Blinders, Project Runway, dan Amazon Studios.



 


(ELG)