Sutradara Ghost Rider 2 Bosan dengan Marvel Cinematic Universe

Purba Wirastama    •    07 Januari 2018 12:00 WIB
marvel cinematic universe
Sutradara Ghost Rider 2 Bosan dengan Marvel Cinematic Universe
(Foto: Screen Rant)

Los Angeles: Selama 10 tahun, Marvel Cinematic Universe mewarnai Hollywood dengan 17 film yang nyaris semuanya mencatat prestasi komersial. Namun, di antara basis penggemar yang begitu besar, sejumlah pihak punya pendapat negatif untuk waralaba ini, termasuk sutradara Ghost Rider 2, Brian Taylor.

"Film-film buatan Marvel Studios, aku hanya tak begitu paham," kata Brian dalam wawancara dengan Comic Book Movie.

"Jujur, bagiku film-film ini terlalu lama. Aku harus berhati-hati mengatakan ini. Aku hanya tidak paham. Aku semacam bosan dengan film-film ini dan tak terlalu merasa terhibur," lanjutnya.

Taylor aktif terlibat dalam proyek film sejak 2003. Crank (2006) adalah debut film panjangnya sebagai penulis dan sutradara. Dia lalu mengarahkan sedikitnya empat film lain, seperti Gamer dan Ghost Rider: Spirit of Vengeance.

Jodie Foster Nilai Film Superhero Bisa Merusak Masa Depan Hollywood

Kendati mencela film-film superhero MCU, Brian tetap menyatakan kekaguman dia terhadap kemampuan profesional orang-orang di balik film-film itu. Ghost Rider sendiri merupakan tokoh anti-hero yang berasal dari komik Marvel.

"Film-film ini memang dibuat dengan baik dalam konteks ketrampilan. Aksi laganya bagus. Secara teknis mereka hebat. Ada banyak aktor yang aku suka. Namun aku hanya gagal paham," tutur Brian.

Secara khusus, dia memuji film Deadpool dan Logan. Keduanya adalah film Marvel non MCU yang berkategori R (Restricted) atau 17+. Dia juga menilai Suicide Squad dari DCEU seharusnya dibuat dalam kategori R.

"Aku lebih suka membuat film berkategori R. Mereka tidak membuat banyak film seperti ini. Logan dan Deadpool itu luar biasa. Aku rasa film berbasis buku komik dengan kategori R bisa menjadi bagus dan sukses. Aku tak tahu kenapa Suicide Squad tidak dibuat menjadi R. Film ini sudah seharusnya dikategorikan R," tutur Brian.

MCU dimulai dengan film pertama Iron-Man pada 2008 dan disusul belasan film hingga kini. Setelah akuisisi Walt Disney atas sejumlah besar aset Fox, kemungkinan besar waralaba ini akan berkembang lebih besar dengan penambahan para karakter X-Men.

Sebelum ini, aktris dan sutradara Jodie Foster melontarkan kritik terhadap waralaba film superhero secara umum. Menurut Jodie, film superhero dengan anggaran besar mengancam masa depan Hollywood dan meruntuhkan kebiasaan menonton penduduk Amerika.

 


(DEV)