5 Sutradara Handal dan Karyanya yang Dikritik

Cecylia Rura    •    02 November 2017 19:07 WIB
clint eastwood
5 Sutradara Handal dan Karyanya yang Dikritik
Clint Eastwood saat syuting Hereafter (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imajinasi sutradara yang tertuang dalam film menjadikan karya mereka begitu diapresiasi oleh movie mania. Namun, tidak semua sutradara sanggup memenuhi ekspektasi dari penonton yang berharap ada sesuatu lebih.

Sutradara handal sekalipun dalam maha karyanya masih menuai kritik dari para pecinta film, seperti kelima sutradara di bawah ini, dikutip dari Digital Spy.

1. Clint Eastwood - Hereafter

Dikenal telah melegenda di dunia produksi film, Eastwood sempat melakukan kesalahan saat menggarap film Hereafter pada 2010, di mana film tersebut menceritakan kekacauan yang sentimentil, merenungkan kehidupan setelah kematian.

Dalam film tersebut, Eastwood melakukan kesalahan dengan mengajak dua saudara kembar, Frankie dan George McLaren sebagai peran utama dalam Hereafter. Sebelum film tersebut tayang, mereka pernah bermain dalam satu episode film Casualty, di mana saat itu mereka belum pernah beradu akting sebelumnya.

Eastwood dikenal lebih suka mengumpulkan kisah klasik yang dituangkan dalam beberapa karyanya, termasuk Play Misty for Me, High Plains Drifter, Unforgiven dan Million Dollar Baby.



2. The Coen Brothers - The Ladykillers

Film pertama dan satu-satunya karya remake oleh sutradara Coen, The Ladykillers tampaknya belum bisa menyentuh urat nadi penonton untuk tertawa. The Ladykillers merupakan karya remake film Ealing Comedy. Tom Hanks sebagai pemeran utama sudah baik, sayang tingkat lelucon yang dibawakan masih terasa dangkal dan tidak semenarik kemasan film komedi The Big Lebowski, Milers Crossing, dan No Cuntry for Old Men.



3. Cameron Crowe - Elizabethtown

Elizabethtown karya Crowe yang tayang pada 2005 silam dianggap setengah-setengah dalam menyampaikan pesan cerita. Padahal sebelumnya, ia sangat piawai saat menggarap Say Anything, Singles, Jerry Maguire dan Almost Famous hingga membawanya dalam puncak kejayaan.

Alur cerita film ini menjadi kesalahan pertama dan terburuk yang dibuatnya, di mana seorang pria (Oralndoo Bloom) dihadapkan pada sosok perempuan (Kirsten Dust) dengan karakter Manic Pixie Dream Girl (MPDG). Ciri dari karakter MPDG diproyeksikan melalui tokoh perempuan dengan karakter eksentrik yang mampu membantu seorang pria menghadapi masalah-masalah berat. Karakter MPDG ini dicetuskan oleh kritikus film, Nathan Rabin sebagai sebuah pakem karakter.

Dalam film, pada titik terendah kehidupan si pria, ia tidak bisa memutuskan apakah ia benar-benar mencintai perempuannya.



4. Frances Ford Coppola - Jack

Sutradara Frances Ford Coppola sempat memenangkan lima Piala Oscar. Namanya juga dicatut dalam keberhasilan film Apocalypse Now dan Godfather. Di samping itu, Coppola juga sempat menggarap film Jack bergenre dramedy (drama comedy).

Film tersebut menceritakan sosok anak lelaki berusia 10 tahun yang perilakunya empat kali lebih cepat dari sosok aktor Robin Williams. Karakter Robin Williams dalam film tersebut dirasa buruk.



5. Brian De Palma - Bonfire of the Vanities

Film Vanities karya De Palma dianggap sebagai yang terburuk dalam sejarah. Diadaptasi dengan buruk dari salah satu novel Tom Wolfe, terjadi kesalahan dalam memilih Tom Hanks sebagai aktor utama.

Dalam film, Tom Hanks berperan sebagai sosok yang lincah di tengah peliknya skema politik. Film tersebut dirasa membumbuinya dengan lelucon yang membosankan.

Sutradara De Palma sendiri sebelumnya pernah menggarap film Carrie, Scarface, dan The Unctouchables.


(ELG)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

1 day Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA