The Night Comes for Us Disebut Lebih Bengis dari Headshot

Purba Wirastama    •    20 September 2017 11:19 WIB
film asing
The Night Comes for Us Disebut Lebih Bengis dari Headshot
Iko Uwais dalam Headshot (foto via imdb)

Metrotvnews.com, Jakarta: Iko Uwais menyebut film The Night Comes for Us  garapan Timo Tjahjanto punya adegan kekerasan yang lebih bengis dibanding Headshot, film yang dibintangi sebelumnya bersama Timo dan Kimo. Dalam film tersebut, Iko terlibat sebagai aktor sekaligus koreografer adegan perkelahian.

"Di sini (TNCFU) malah lebih kompleks, lebih violent daripada Headshot. Makanya produser Indonesia, dari Screenplay (Films), dia kayaknya memberikan kebebasan buat saya dan Timo. Kalau kemarin (Headshot) sih jujur saja, saya agak ngerem untuk adegan kekerasan," kata Iko saat ditemui di kawasan Kuningan Jakarta, Selasa (19/9/2017).

TNCFU bercerita tentang sebuah sindikat kejahatan di Asia yang mengalami kisruh internal. Ito (Joe Taslim), salah satu petinggi geng, menghadapi pemberontakan yang berbahaya dan kejam setelah dia kembali dari sebuah tugas di luar negeri. Salah satu pemberontak bernama Arian, yang diperankan oleh Iko.

"Saya sebagai Arian. Saya jadi anak muda yang ambisi ingin mengambil salah satu posisi dari Ito," ujar Iko.

Selain Iko dan Joe, sejumlah aktor yang terlibat antara lain Julie Estelle, Sunny Pang, Abimana Aryasatya, Hannah Al Rashid, Zack Lee, Shareefa Danish, Dian Sastrowardoyo, Epy Kusnandar, Dimas Anggara, Morgan Oey, Ronny Tjandra, Salvita Decorte, dan Revaldo.

Naskah juga ditulis oleh Timo, yang turut bertindak sebagai produser bersama Kimo Stamboel, Nick Spicer dan Todd Brown. Produksi dilakukan Infinite Frameworks Studios dan XYZ Films menangani distribusi. Sebelumnya Nick dan Todd telah bekerjasama sebagai produser untuk film The Raid 2  garapan sutradara Gareth Evans.

Proyek film ini sedang dalam tahap pasca-produksi, termasuk untuk keperluan ADR (Automated Dialogue Replacement atau sulih suara ulang) dan penyuntingan gambar ekstra. Menurut Iko, saat ini potongan kasar film berdurasi 3,5 jam dan harus diringkas lagi menjadi sekitar dua jam.

"Kami harus lebih selektif untuk pilah adegan per adegan. Kayak film Headshot,  banyak yang nanya ke saya kok ceritanya begini (banyak detail momen dilewati). Kalau kami perlihatkan, deleted scenes panjang. Itu salah satu tuntutan produser Hollywood untuk bisa diringkas ceritanya, yang penting nyambung," terang Iko.


(DEV)