FFI 2017 akan Digelar di Manado

Purba Wirastama    •    22 Agustus 2017 14:30 WIB
ffi (festival film indonesia)
FFI 2017 akan Digelar di Manado
Konferensi pers Festival Film Indonesia 2017 (Foto: Purba Wirastama)

Metrotvnews.com, Jakarta: Festival Film Indonesia atau Piala Citra ke-37 siap digelar pada penghujung tahun 2017. Kali ini, gelaran tahunan ini akan diadakan untuk pertama kali di kota Manado, Sulawesi Utara. 

 
Sejak diadakan pertama pada tahun 1955 dan mengalami beberapa kali vakum hingga 2003, FFI memang lebih sering diadakan di pulau Jawa, terutama Jakarta sebanyak 20 kali. Lima kota lain di luar pulau Jawa yang pernah menjadi tuan rumah FFI adalah Ujung Pandang, Medan, Denpasar, Pekanbaru, dan Palembang. 
 
Leni Lolang, Ketua Bidang Festival Dalam Negeri & Penghargaan di Badan Perfilman Indonesia (BPI), bertindak sebagai Ketua Pelaksana FFI 2017. Riri Riza, sutradara film Athirah  (2016) serta Ada Apa Dengan Cinta? 2  (2016) yang menggondol sejumlah piala di FFI 2016, bertindak sebagai Ketua Panitia Penjurian. 
 
Menurut Leni, tempat paling cocok untuk mengadakan FFI hingga sekarang adalah di Jakarta karena 70-80 persen produksi dan peredaran film ada di kota ini. Namun BPI dan FFI juga ingin menampung keinginan dari daerah-daerah lain untuk menjadi tuan rumah festival.
 
"Banyak daerah yang meminta, saking ingin, sampai mereka mau mengeluarkan dana. Kami sudah sempat menyebut, pelaksanaan FFI di daerah itu tidak mudah karena penghargaan itu punya 22 kategori," kata Leni dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017).
 
"Nominee kita angkut ke sana. Ini kan perhelatan para pelaku perfilman. Berarti semua kami mobilisasi ke sana. Itu besar skali. Begitu ada jaminan, boleh saja. Mereka juga bagian dari Indonesia juga. Karena sebenarnya kita ingin film tak hanya berkembang di Jakarta, tapi ke daerah-daerah (di luar Jakarta) juga," lanjut Leni. 
 
Pemerintah kota Manado adalah salah satu pihak yang berminat dan kemudian secara resmi bekerja sama dengan FFI. Leni menyebut bahwa Manado juga sudah menghasilkan beberapa film, seperti Senjakala Di Manado  (2016) dan Hujan Bulan Juni  (2017). 
 
"Sebelumnya juga ada beberapa. Jadi kalau ada filmnya, kenapa enggak. Karena menularkan semangat itu tidak mudah. Begitu ada daerah yang mau investasi di film, itu kan penghargaan bagi kita," ujar Leni. 
 
FFI juga tidak tanggung-tanggung soal biaya. Mengingat bahwa banyak rumah produksi, kru, dan aktor yang bertempat tinggal di kawasan Pulau Jawa, Leni menyatakan bahwa FFI 2017 siap menjemput para peraih nominasi ke Manado. Hal ini juga untuk mencegah para calon pemenang tidak hadir dalam malam penghargaan.
 
"Terus terang tidak mudah karena pemegang kepentingan perfilman, sebagian besar di Jakarta. Tapi kami akan berusaha memobilisasi para nominee ke Manado. Karena alangkah baiknya trofi diterima langsung oleh pemenang, bukan perwakilan," ujar Leni. 
 
Malam penghargaan FFI 2017 akan diadakan pada 11 November 2017. Tahap seleksi film dan para peraih nominasi berlangsung pada 21 Agustus hingga 25 September 2017. Proses ini akan melibatkan lebih banyak asosiasi profesi dan kegiatan terkait perfilman. Anggota dewan juri juga diseleksi hingga akhir awal Oktober. 
 
Informasi mengenai festival sudah tidak dapat diakses lagi di laman pialacitra.com. Panitia telah memindah alamat ke festivalfilm.id sejak pertengahan Agustus 2017. Namun situs yang baru ini belum menyediakan konten selain deskripsi visi FFI 2017, alamat kantor, serta kontak.
 



(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

1 week Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA