5 Fakta Menarik Film Ponyo

Purba Wirastama    •    02 Juli 2017 22:25 WIB
film
5 Fakta Menarik Film Ponyo
Poster Ponyo versi World of Ghibli Jakarta (Foto: World of Ghibli Jakarta)

Metrotvnews.com: Ponyo adalah film animasi produksi Studio Ghibli yang dirilis di Jepang pada Juli 2008. Walt Disney kemudian membeli hak untuk menerjemahkan dialog ke bahasa Inggris dan merilisnya di Amerika Serikat dan sejumlah negara pada 2009.

Pada 2017, Kaninga Pictures mendapatkan hak penayangan Ponyo dan sejumlah film Ghibli lain untuk diputar secara khusus dalam program World of Ghibli Jakarta. Kini Ponyo versi Jepang sedang diputar di sedikitnya 54 bioskop selama 1-7 Juli 2017.

Ponyo menjadi film kedelapan yang digarap oleh Hayao Miyazaki di bawah atap Ghibli. Kisahnya berpusat pada persahabatan putri ikan mas setengah manusia bernama Ponyo dengan bocah kecil bernama Sosuke di Jepang. Keinginan Ponyo menjadi manusia membawa bencana yang mengancam desa Sosuke.

Ketika dirilis, animasi ini menuai respon positif baik secara komersial maupun kritik. Dalam lingkup lokal Jepang, Ponyo juga menerima sejumlah penghargaan dalam kategori film animasi pilihan, penyutradaraan, naskah, penataan artistik, serta musik.

Berikut lima fakta lain mengenai film animasi Ponyo yang dirangkum dari hasil penelusuran Metrotvnews.com.

1. Inspirasi Cerita
Salah satu sumber inspirasi awal Hayao adalah buku cerita anak-anak berjudul Kaeru no Eruta, atau The Frog Named Elta, garapan Rieko Nakagawa dan Yuriko Omura pada 1964. Kemudian cerita berkembang menjadi sangat berbeda dengan cerita katak Elta. Karena kesulitan membuat gambar katak yang bagus, Hayao mengubah karakternya menjadi ikan mas.

2. Desain Visual Ombak
Dalam film Ponyo, ombak besar muncul dalam adegan badai. Inspirasi desain ombak datang dari lukisan kayu The Wave Off Kanagawa karya seniman Jepang Hokusai. Bos divisi kreatif Studio Pixar, John Lasseter, mengaku takjub dengan desain visual ombak tersebut.

John memang sering memuji kemampuan Hayao dan Studio Ghibli dalam membuat animasi dengan teknik gambar tangan. Dia bercerita bahwa ombak-ombak di film Ponyo tampak begitu hidup, dan membuat dia ingat akan momen ketika berlibur di pantai bersama anak-anaknya.

"Miyazaki benar-benar menjadikan laut sebagai karakter. Ombak menjadi seperti makhluk nyata dan tampak begitu hidup di dalam dunia yang dia ciptakan," kata John, dikutip dari ToonZone.

3. Jumlah Gambar
Seperti film-film Ghibli lain, animasi 2-dimensi untuk Ponyo digarap dengan teknik tradisional gambar tangan. Total ada 170 ribu lembar gambar untuk menyusun keseluruhan animasi yang berdurasi sekitar 1,5 jam. Jumlah ini adalah pencapaian baru untuk film-film animasi garapan Hayao.

Dalam adegan pembuka, selama 12 detik tampak sekumpulan ikan dan berbagai makhluk bawah air. Adegan ini membutuhkan 1.613 halaman sketsa sebelum mencapai gambar akhir.

4. Tokoh Sosuke
Tokoh Sosuke dikembangkan berdasarkan anak Hayao, Goro Miyazaki, ketika dia berusia lima tahun. Pengembangan karakter juga mengambil referensi dari novel-novel karya penulis populer Jepang, Soseki Natsume. Novel The Gate misalnya, memiliki tokoh utama bernama Sosuke yang tinggal di sebuah rumah di atas bukit. 

5. Rencana Sekuel
Hayao pernah menyatakan keinginan untuk membuat film sekuel Ponyo. Namun produser Ghibli, Toshio Suzuki, menyarankan Hayao untuk mengadaptasi kisah tentang Jiro Horikoshi, perancang pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero. Jadilah film The Wind Rises yang dirilis pada 2013.

">http://

(ASA)


Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA