Ernest Prakasa akan Gelar Layar Tancap Film Susah Sinyal di Sumba

Purba Wirastama    •    06 September 2017 20:20 WIB
ernest prakasa
Ernest Prakasa akan Gelar Layar Tancap Film Susah Sinyal di Sumba
Ernest Prakasa (Foto: Metrotvnews/Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam beberapa tahun terakhir, Sumba Timur mengemuka sebagai pilihan lokasi syuting untuk sejumlah proyek film. Sayangnya, belum ada bioskop untuk kawasan ini. Bahkan hanya ada dua bioskop di provinsi Nusa Tenggara Timur, yang semuanya berada di kota Kupang.

Film terbaru Ernest Prakasa, Susah Sinyal, juga akan mengambil gambar di wilayah timur Pulau Sumba ini, khususnya di Waingapu. Proses syuting baru dimulai pada Kamis 7 September 2017 untuk ditayangkan pada Desember 2017.

Demi mengajak penduduk setempat untuk tetap dapat menyimak gambaran daerah mereka sendiri di dalam layar, Ernest berencana membuat program pemutaran khusus di Waingapu setelah film dirilis.

"Kami (akan membuat program) layar tancap (untuk memutar film Susah Sinyal di Sumba Timur). Kami akan bekerja sama dengan organisasi kepemudaan di Waingapu, Sumba Timur. Yang pasti (waktunya) setelah premiere (penayangan perdana)," kata Ernest dalam jumpa pers di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

"Kalau layar tancap, paling cuma sehari. Kalau kapasitas, kayaknya kami akan cari tempat yang besar," imbuh Ernest.

Susah Sinyal bercerita tentang seorang janda pengacara (Adinia Wirasti) yang tak punya banyak waktu bersama dengan anak perempuan (Aurora Ribero) karena terlalu sibuk mengejar karier. Kehidupan sang anak menjadi kacau, setelah sang nenek (Niniek L Kariem), yang biasa merawat dia, meninggal. Demi menyambung kembali relasi, sang ibu berlibur ke Sumba Timur bersama anaknya. Selama berlibur, mereka kesulitan mendapatkan sinyal telepon dan internet.

Ernest menulis naskah dan menjadi sutradara. Naskah ditulis bersama Meira Anastasia dan kursi penyutradaraan dibagi dengan Adink Liwutang. Jenny Jusuf dan Stefanus Haryanto terlibat sebagai konsultan naskah. Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia menjadi produser di bawah bendera Starvision Plus. Syuting direncanakan berlangsung selama 25 hari di Jakarta dan Sumba Timur.

Proyek film yang pernah melakukan syuting di Pulau Sumba, antara lain Pendekar Tongkat Emas (2014), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), serta Humba Dreams yang belum dirilis.

 


(ELG)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

15 hours Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA