Perdana Main Film Horor, Herjunot Ali Sempat Alami Insiden

Purba Wirastama    •    08 Juli 2017 19:16 WIB
herjunot ali
Perdana Main Film Horor, Herjunot Ali Sempat Alami Insiden
Herjunot Ali (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah ragam peran di berbagai film drama, Herjunot Ali merambah hal baru dengan bermain di film horor The Doll 2. Kendati mengaku bukan penggemar kisah horor, Junot mengambil tawaran peran karena menilai film ini punya kualitas cerita dan bisnis yang bagus.

"Rocky Soraya mengontak saya untuk bikin film horor, waralaba The Doll. Saya lihat (The Doll) yang pertama, bagus. Secara penjualan juga bagus. Terus dia bilang, mau membuat lagi dan meningkatkan semua, secara bisnis dan teknis. Ya sudah, mengapa enggak," kata Junot di kantor MetroTVNews.com, Jakarta.

The Doll 2 adalah sekuel untuk film The Doll (2016). Film pertama bercerita soal gangguan dari boneka berhantu yang dialami pasangan pekerja proyek bangunan (Denny Sumargo) dan pembuat boneka (Shandy Aulia). Film kedua punya tema serupa, tetapi teror gaib terjadi pada keluarga lain serta boneka berbeda.

Junot beradu akting dengan Luna Maya. Mereka berperan sebagai Aldo dan Maira, sepasang suami istri yang berduka karena Kayla, anak perempuan semata wayang, meninggal dalam kecelakaan maut. Pada hari ulang tahun Kayla, Maira merasakan kehadiran hantu yang diyakini arwah Kayla.

Atas saran teman (Maria Sabta), Maira melakukan ritual pemanggilan arwah dengan boneka kesayangan baru. Namun upaya ini justru berujung pada teror gaib yang mengancam nyawa. Seorang ibu paranormal bernama Laras (Sara Wijayanto) datang untuk membantu. Sebelumnya tokoh Laras juga muncul sebagai penolong di film pertama.

Kendati kali pertama terlibat di film horor, pria kelahiran 1985 ini mengaku tidak menghadapi kesulitan berarti. Apalagi dia juga sudah sering bekerja dengan Rocky dalam beberapa proyek film sebelumnya, seperti 5 cm (2012), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), serta Sunshine Becomes You (2015).

"(Tantangan) lebih ke soal teknis, (seperti adegan) laga, pasang sling, efek darah, capek, jatuh, luka-luka. Setiap orang (pemain dan kru) pasti ada luka karena adegan laga," ujar Junot.

"Saya ingat waktu itu adegan Maira dan setan berantem. Dia pukul kaca. Kacanya melesat ke arah saya. Kepala saya jadi benjol. Jadi sempat enggak syuting dulu beberapa jam," imbuhnya.

Menurut Junot, The Doll 2 memang bukan hanya soal mistis. Selain hal-hal gaib, film produksi Hitmaker Studio ini juga menyajikan unsur laga dan slasher. Suguhan ketegangan ini sudah dapat kita simak dalam trailer.

The Doll 2 dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis 20 Juli 2017.




 
(ELG)