Egi Fedly Harapkan Sineas Daerah Diberi Perhatian Khusus

Cecylia Rura    •    24 Maret 2018 19:06 WIB
film indonesia
Egi Fedly Harapkan Sineas Daerah Diberi Perhatian Khusus
Egi Fedly (Foto: medcom/cecylia)

Jakarta: Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Parfi 56, Egi Fedly memiliki perhatian khusus terhadap sineas dan komunitas perfilman daerah di Indonesia.

Dalam diskusi film yang diadakan oleh Parfi 56 bersama Rumah Millennials dan Pusbangfilm Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Egi mengamati beberapa tahun belakangan perfilman Indonesia mengalami perkembangan. Yang paling menonjol dan ramai dibicarakan adalah prestasi dari film Marlina Si Pembunuh Empat Babak arahan sutradara Mouly Surya.

"Dalam tiga tahun belakangan saya melihat saat kebangkitan untuk film Indonesia karena film-film dari sineas-sineas muda seperti Mouly dan yang lain sudah berhasil menembus ke kancah internasional," ungkap Egi dalam diskusi film di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu, 24 Maret 2018.

Prestasi Mouly dan tim produksi film yang berhasil mengangkat budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur di Indonesia menjadi pemantik para sineas daerah bermunculan.

"Ada juga semangat dari lokal, daerah-daerah mereka mulai semangat membuat film-film lokal dan menurut saya itu baik. Dari Makassar dan Manado."

Kondisi ini tercermin salah satunya ketika Egi berkunjung ke Kalimantan untuk memerankan tokoh Antasari dalam sebuah proyek film.

"Begitu antusias mereka walaupun secara kualitas perlu waktu tapi sistemnya sudah baik," ungkapnya.

"Mereka membuka open casting memberi cara yang baik. Ketika saya ajak ngobrol mereka baru bermain film ada proses coach, tapi itu belum cukup. Setidaknya sudah ada keberanian dari pihak pemda untuk memproduksi," imbuhnya.
 
Melihat potensi tersebut, Egi berpendapat banyak hal yang bisa diangkat dari ragam budaya di Indonesia. Peran pemerintah pun diharapkan optimal untuk mengembangkan potensi para sineas.

"Harus ada dari pemerintah melihat itu. Bagaimana mengatur regulasinya supaya semangat ini terus ke provinsi lain. Aturan kontennya bagaimana. Itu akan memicu pertumbuhan secara profesional. Penonton semakin teredukasi. Secara otomatis akan meningkatkan kualitas film Indonesia," jelas.

Pada kesempatan ini Parfi 56 bersama Rumah Millennials dan Pusbangfilm Kemendikbud mengadakan diskusi film dalam rangka Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret 2018. Pada kesempatan yang sama diadakan juga acara nonton bersama film Marlina Si Pembunuh Empat Babak di XXI Plaza Senayan pada Jumat, 24 Maret 2018.


 


(ELG)