Viu Cari 10 Ide Cerita untuk Film dan Serial Produksi

Purba Wirastama    •    15 Maret 2018 20:41 WIB
serial web
Viu Cari 10 Ide Cerita untuk Film dan Serial Produksi
Tim mentor dan juri Viu Pitching Forum (medcom/purba)

Jakarta: Platform streaming dan penyedia konten Viu sedang membuka submisi publik untuk ide cerita serial atau film Indonesia. Mereka akan menyokong produksi satu hingga 10 judul dengan kisah drama.

Submisi untuk Viu Pitching Forum dibuka selama sembilan hari pada 16-24 Maret 2018 lewat situs dramabanget.com. Nia Dinata, Lucky Kuswandi, Lasja Susatyo, Melissa Karim, serta bos pemasaran Viu Indonesia Myra Suraryo akan menjadi juri seleksi proposal. Myra akan bertindak sebagai produser eksekutif setelah proyek terpilih dikerjakan.

"Kami memberikan kesempatan kepada talenta muda, proyek mereka akan diseleksi oleh Viu untuk diproduksi menjadi Viu Original," kata Myra dalam jumpa pers di Plaza Indonesia Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018.

Menurut Myra, mereka tak memberi batasan spesifik terkait cerita, genre, atau format pertunjukan. Untuk serial, selama ini Viu memang punya format standar 13 episode per musim dengan durasi 24 menit per episode. Namun untuk rencana proyek submisi ini, Myra mengaku mereka sangat terbuka, termasuk juga soal anggaran.

"Kami tak tahu nanti idenya akan seperti apa. Dari situ, baru kami tentukan, dari kacamata produser eksekutif dan produser, ide ini cocok menjadi format apa," kata Myra kepada Medcom.id saat ditanya lebih lanjut.

"Bahkan kami dari Viu belum tahu, nanti formatnya akan seperti apa, dalam arti positif. Bisa jadi ada format yang selama ini tidak kami pikirkan, bahkan baru terpikirkan saat forum nanti," lanjutnya.

Viu mengadakan tur di beberapa kota besar untuk jemput bola. Sebanyak 10 ide cerita terpilih akan mendapatkan bimbingan selama lima hari untuk memastikan kualitas proposal. Andri Cung (penulis naskah), Aline Jusria (editor), Sammaria Simajuntak (produser-sutradara), dan Lasja menjadi mentor.

"Ini kami bekerja sama. Kalau saya akan membantu menajamkan tema. Biasanya kita punya kelemahan menyampaikan cerita, premis seperti apa, gimana cara biar dalam sekejap, orang mengerti (...). Kami akan kerja sama antar sineas (mentor)," kata Lasja.

Kendati tak ada batasan spesifik, Lasja menyebut  mereka akan berfokus ke tema kisah perempuan.

"Hal yang menarik kenapa saya gabung, ini temanya woman's stories. Menurut saya itu menjadi sesuatu yang penting banget," imbuh Lasja.

Kini Viu telah berjejaring di 17 negara Asia. Mereka telah membuat dan merilis sejumlah serial asli. Tiga judul dari Indonesia adalah serial Switch, serial The Publicist, serta film Kenapa Harus Bule yang akan tayang lebih dulu di bioskop pada pekan keempat Maret 2018.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA