Tema Perjodohan Kembali Diadaptasi ke Layar Lebar

Agustinus Shindu Alpito    •    05 April 2018 08:00 WIB
film indonesia
Tema Perjodohan Kembali Diadaptasi ke Layar Lebar
Cuplik adegan dalam The Perfect Husband (Foto: Screenplay Pictrues)

Jakarta:  Bicara perjodohan sepertinya tidak lagi relevan di zaman ini. Namun bukan berarti perjodohan tidak menarik untuk diperbincangkan, lebih-lebih dikemas dalam bentuk film.

Lewat film The Perfect Husband, sutradara Rudi Aryanto, Screenplay Pictures yang bekerjsama dengan Legacy Pictures, mengangkat kembali kisah perjodohan. The Perfect Husband diadaptasi dari novel dengan judul sama karya Indah Riyana.

Perfect Husband adalah cerita tentang pertemuan dua generasi yang berbeda melahirkan sebuah peristiwa kehidupan yang menarik yaitu tentang arti suami,” kata Slamet Rahardjo yang berperan sebagai seorang ayah bernama Tio, seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Dikisahkan dalam film bahwa Tio memutuskan menjodohkan putri bungsunya, Ayla (Amanda Rawles) dengan pria bernama Arsen (Dimas Anggara). Tio menganggap Arsen adalah calon menantu yang tepat, karena berprestasi, mapan dan santun.

Bagi Ayla, perjodohan ini adalah sesuatu yang konyol. Lagipula Ayla sudah memiliki kekasih, Ando (Maxime Bouttier). Ando di mata Tio adalah lelaki yang tidak mampu menjamin masa depan putrinya. Ando yang mengetahui tidak mendapat restu tak tinggal diam. Dia berusaha merebut hati Tio.

“Film ini bercerita tentang kasih sayang, anak-anak muda jadi lebih paham bagaimana perasaan orangtua kepada anaknya. Orangtua hanya ingin anaknya bahagia,” ungkap Slamet Rahardjo.

Tema perjodohan memang bukan hal baru di layar lebar dan novel-novel Indonesia. Salah satu kisah tentang tema ini yang paling populer adalah Siti Nurbaya. Pada 2016, sebuah film berjudul Shy Shy Cat juga memiliki sinopsis cerita yang bersinggungan dengan perjodohan.

Film The Perfect Husband tayang mulai 12 April 2018.


 


(ASA)