Joko Anwar Takut Film Pengabdi Setan Dibajak

Purba Wirastama    •    20 Februari 2018 10:44 WIB
joko anwar
Joko Anwar Takut Film Pengabdi Setan Dibajak
Adegan di film Pengabdi Setan (Foto: Rapi Films)

Jakarta: Beberapa orang kecewa saat penulis-sutradara Joko Anwar berkicau di media sosial, bahwa film Pengabdi Setan tidak akan dirilis dalam bentuk fisik seperti DVD demi menghindari pembajakan konten.

Dalam sesi obrolan dengan pers baru-baru ini terkait perilisan film di platform streaming Iflix, Joko kembali menjelaskan.

"Banyak yang bilang, 'Kok takut banget dibajak, kalau takut dibajak ya jangan bikin film'," kata Joko di kawasan Menteng Jakarta, Senin, 19 Februari 2018.

"Masalahnya gini, kita bikin film buat ditonton sebanyak-banyaknya, enggak cuma di Indonesia tapi juga luar negeri. Jika ada distributor luar yang ingin membeli film dari sebuah negara, mereka pasti cek dulu, film itu sudah tersedia di bajakan atau enggak. Itu sangat berpengaruh orang mau beli atau enggak," lanjutnya.
 

Setelah dirilis di bioskop domestik, Pengabdi Setan produksi Rapi Films dan CJ Entertainment beredar di bioskop 42 negara dengan waktu rilis masing-masing. Hingga saat ini, sudah ada delapan negara yang menayangkan. Selain itu, Iflix sebagai rekan produksi akan merilis film ini di platform streaming pada Jumat, 23 Februari mendatang.

"Kalau misal kayak Iflix, pasti ada proteksi berbasis area. Jadi tetap bisa membuat film diakses mudah di Indonesia dan memungkinkan filmnya berkelana ke negara lain," tutur Joko.

"Kalau misal bajakan sudah keluar, mereka (distributor negara lain) akan berpikir dua tiga kali untuk menayangkan di negara mereka. Kita sebagai bangsa Indonesia punya karya, kan mau dilihat orang juga. Jangan sampai gara-gara bajakan, karya Indonesia enggak dapat eksposur di negara lain," imbuhnya.

Produser Sunil Samtani dari Rapi Films menyebut alasan kenapa pihaknya tidak lagi merilis film dalam bentuk DVD. Menurut Sunil, jika versi DVD diterbitkan, duplikasi ilegal tak terhindarkan.

"Ketika dirilis DVD, bajakan banyak banget (...). Sebenarnya saya merasa enggak adil, kru kerja keras tapi dibajak begitu saja. Buat saya, Pengabdi Setan itu film spesial. Untuk kru, pemain, sangat spesial. Ini horor paling unik yang pernah Rapi produksi," ujar Sunil.

Namun di sisi lain, Joko mengakui bahwa dirinya pernah menjadi konsumen konten film ilegal. Sutradara A Copy of My Mind ini menyebut sebab utamanya adalah keterbatasan akses.

"Aku percaya bahwa menonton (film) itu sekarang adalah kebutuhan primer, untuk konsumsi konten audio visual. Yang bikin mereka mengunduh bajakan adalah ketika film susah diakses," ujar Joko.

"Dulu tahun 1990-an akhir sampai 2000-an awal, ketika CD-DVD susah diakses dan tidak ada platform streaming, tapi kita butuh menonton, akhirnya ya kita mencari sumber yang tidak legal. Begitu ada sumber yang bukan saja legal, tapi juga mudah diakses, aku rasa ini akan membantu mengurangi pembajakan," lanjutnya.

Pengabdi Setan adalah daur ulang atas film 1980 berjudul sama garapan Sisworo Gautama Putra. Film horor keluarga ini menjadi film terlaris 2017 dengan capaian 4,2 juta penonton. Film ini juga memboyong tujuh Piala Citra setelah diunggulkan di 13 dari 18 kategori.


(DEV)