Cerita di Balik Penggarapan Film Merah Putih Memanggil

   •    05 Oktober 2017 16:50 WIB
film
Cerita di Balik Penggarapan Film Merah Putih Memanggil
Warga menaiki kendaraan lapis baja milik TNI saat perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film Merah Putih Memanggil yang baru dirilis tepat di hari ulang tahun ke-72 TNI tak hanya menyajikan akting-akting apik dari para pemainnya. Yang menjadi pembeda dari film serupa lainnya adalah pengunaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) milik TNI sebagai bagian dari properti film.

"Kalau dari bagian Saya senjata yang digunakan basic lah. Menggunakan peluru amunisi asli dan menembak. Latihan menembak sampai dua hari," ungkap Restu Sinaga, salah satu aktor dalam film Merah Putih Memanggil, dalam Newsline, Kamis 5 Oktober 2017.

Tak cuma Restu Sinaga, film ini juga menampilkan aktris Happy Salma dan Prisia Nasution. Spesialnya lagi, beberapa pemain adalah anggota TNI aktif yang bertugas sebagai prajurit di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sebutlah Serka Sepi Hermawan. Sepi mengungkapkan pada awalnya Ia tak mengetahui bahwa akan ikut berkontribusi dalam penggarapan film yang disutradarai oleh Mirwan Suwarso ini.

"Audisinya lain. Pertama kita disuruh lari, push up, lalu baru disuruh dialog, ngobrol," ungkap Sepi.

Tak cuma dialog, Sepi juga dipercaya oleh satuannya untuk membantu Restu Sinaga mengoperasikan senjata. Dia mengatakan butuh sekitar dua hingga tiga hari mengajarkan pemain film Asmara Dua Diana itu luwes menggunakan senjata.

Pengalaman menarik juga disampaikan anggota Kopassus lain Letnan Satu Eko Jati. Eko menuturkan bahwa awalnya Ia diminta untuk memberikan latihan kepada para selebritas yang akan mengikuti boot camp. Keterlibatannya dalam film pun bisa dikatakan tak sengaja.

"Saya diberi tugas melatih mereka (pemain) sesuai kebutuhan film. (Seharusnya) ada 4 pemain tetapi sampai hari terakhir satu pemain belum ketemu jadi Saya diperintah sutradara dan akhirnya saya terjerumus di film ini," kenang Eko.

Eko berharap film yang mulai tayang pada 5 Oktober 2017 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia ini bisa menunjukkan bahwa TNI adalah milik rakyat Indonesia. Memberikan pemahaman bahwa TNI siap menjaga kedaulatan negara dan keamanan rakyatnya.

"Meskipun katakanlah hanya satu orang ibaratnya tersandera di negara lain, TNI siap menyelamatkan meskipun nyawa kami taruhannya. Dan semua alutsista yang kami miliki adalah milik rakyat untuk mengamankan rakyat, jadi jangan segan atau takut kami akan selalu menjaga keamanan negara ini," jelas Eko.




(MEL)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA