Lima Film tentang Relasi Manusia dan Hewan

Purba Wirastama    •    22 Maret 2018 19:53 WIB
trivia film
Lima Film tentang Relasi Manusia dan Hewan
Life of Pi (20th Century Fox)

Jakarta: Film menangkap berbagai realita hidup sekitar dan kerap menyiratkan harapan atau ketakutan para pembuat kisahnya terhadap masa depan. Salah satu realita yang dipotret adalah bagaimana manusia membangun hubungan dengan hewan dan alam sekitar.

Manusia dan hewan bisa punya ikatan harmoni yang indah, seperti terlukis dalam film Hachiko, Lassie, atau My Neighbor Totoro. Namun ada juga manusia dengan perlakuan sadis ke hewan, seperti terlukis dalam film-film Free Willy atau Planet of the Apes.

Film-film semacam ini memberi gambaran sinematik atas kisah nyata yang sering kita dengar tentang manusia dan hewan. Misalnnya yang baru-baru ini kita dengar kembali, yaitu Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia yang akhirnya meninggal, atau Erin, anak gajah Sumatera di Way Kambas yang belalainya tak utuh lagi karena dipotong. Kisah-kisah itu memberi gambaran umum dua jenis manusia, yaitu yang sadis dan yang baik.

Ada banyak film lain yang kisahnya memotret relasi manusia dan hewan. Kami merangkum lima film cerita di antaranya, yang dirilis dalam 10 tahun terakhir.

1. Life of Pi (Ang Lee, 2012)
Film drama survival fantasi ini diadaptasi dari novel 2001 berjudul sama karya Yann Martel. Kisahnya mengikuti Pi Patel, anak dari keluarga penjaga kebun binatang India, yang mencoba peruntungan baru dengan pindah ke Kanada. Dalam perjalanan laut, kapal rusak. Pi terdampar di tengah lautan bersama seekor zebra, hyena, orang utan, dan macan. Mereka bertahan hidup di tengah keganasan lautan.

Satu hal menarik adalah Pi mengontrol para hewan penyintas ini. Pi punya prinsip moral tidak boleh membunuh binatang. Hingga akhir cerita, dia membangun hubungan intim dengan macan tersebut, yang mana saling membahayakan satu sama lain selama perjalanan.


 
2. Okja (Bong Joon-ho, 2017)
Film laga petualangan ini mengikuti kisah seorang bocah bernama Mija dari desa pegunungan Korea Selatan. Mija merawat dan membangun ikatan dengan Okja, hewan besar hasil eksperimen yang dititipkan perusahaan daging New York kepada keluarganya. Suatu ketika, Okja diambil paksa untuk dipotong menjadi bahan makanan kalengan. Dengan segala upaya, Mija mencari dan menyelamatkan Okja.

Film ini memotret kalangan korporat perusahaan yang menempuh segala cara demi mengeruk laba bisnis makanan dan kalangan aktivis yang berusaha menciptakan harmoni dengan hewan. Mija adalah gambaran kepolosan anak yang rentan kecewa menghadapi kekejaman manusia.




3. The Jungle Book (Jon Favreau, 2016)
Film petualangan fantasi ini mengikuti kisah Mowgli, anak manusia yang hidup dan besar bersama kawanan serigala dan hewan-hewan lain di hutan. Seeokor macan bernama Shere Khan mengancam hidup Mowgli karena sakit hati masa lalu dengan manusia. Seekor harimau kumbang membawa Mowgli ke pemukiman manusia karena yakin hanya manusia yang dapat melindungi Mowgli. Dalam perjalanan, Mowgli terjebak dalam serangkaian pertemuan dengan beberapa hewan.




4. Para Pemburu Gajah (Hermawan Rianto, 2014)
Film petualangan anak ini mengambil latar Sumatera dan mengikuti kisah lima bocah yang sedang berkemah. Mereka menyadari bahwa seekor anak gajah Sumatera sedang diburu dan diselundupkan. Kelima bocah pun melarikan anak gajah tersebut dan sekaligus harus bertahan hidup dari kejaran para pemburu.  

Barangkali film fiksi ini paling dekat dengan realita yang terjadi di Indonesia. Film sokongan WWF ini menjadi satu dari sedikit film Indonesia dengan genre serupa.




5. Naura & Genk Juara (Eugene Panji, 2017)
Naura, Okky, dan Bimo dipilih untuk mewakili sekolah kompetisi sains Kemah Kreatif di kawasan hutan tropis Situ Gunung, Sukabumi. Mereka bertemu Kipli, seorang ranger cilik. Saat terpencar di hutan karena berselisih, mereka tak sengaja bertemu sindikat dagang hewan liar yang sedang mengangkut hewan dari taman nasional. Mereka bekerja sama dengan para pendamping dan peserta lain untuk menggagalkan rencana jahat.

Drama musikal ini memang menyorot masalah persahabatan dan persaingan antar bocah. Namun latar kisahnya menyorot persoalan yang lebih serius tentang perdangangan hewan liar. Bahkan sindikat ini punya rekan kerja yang menyusup di kalangan internal taman nasional, yang seharusnya menjaga hewan dan alam.




 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

6 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA