Bad Genius, Kejutan Penuh Perhitungan

Purba Wirastama    •    20 Agustus 2017 11:03 WIB
resensi film
Bad Genius, Kejutan Penuh Perhitungan
(Foto: Dok. GDH 559)

Bad Genius
Sutradara: Nattawut Poonpiriya
Penulis: Nattawut P, Tanida Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna
Produksi: GDH 559 Thailand
Durasi: 129 menit
Rilis Indonesia: Rabu 23 Agustus 2017


Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) adalah remaja SMA yang terlampau jenius dalam perkara logika matematis, mengingat, dan musik piano. Dia menonjol dalam pelajaran di sekolah, terutama Matematika. Karena kemampuan ini pula, dia berhasil mempengaruhi kepala salah satu sekolah prestisius (Sarinrat Thomas) di Thailand, untuk menerima dia sebagai murid beasiswa.

Sekolah baru mempertemukan Lynn dengan Grace (Eisaya Hosuwan) serta pacarnya, Pat (Teeradon Supapupinyo). Mereka berdua tidak secerdas Lynn dan tertinggal dalam menyerap pelajaran SMA, tapi punya 'kecerdasan' lain yang membuat mereka tetap mendapat nilai bagus. Karena relasi pertemanan dan uang, mereka bisa mendapat contekan jawaban dari Lynn.

Lalu ada satu murid jenius lain, Bank (Chanon Santinatornkul), yang juga mendapat beasiswa. Dia berteman dengan Lynn karena pernah menjadi rekan satu tim dalam lomba cerdas cermat. Dalam film Bad Genius, Bank bergabung dengan Lynn, Grace, dan Pat dalam bisnis penjualan kunci jawaban tes STIC atau SAT. Ujian tertulis ini merupakan syarat yang harus ditempuh lulusan SMA untuk dapat masuk ke perguruan tinggi di negara-negara tertentu.

Bagian introduksi cukup menarik dan mangkus, kendati punya durasi cukup panjang di awal film. Tidak setiap alur kejadian berjalan linier karena beberapa penggal adegan dari titik waktu berbeda dimampatkan. Pengenalan tokoh menjadi lebih dinamis. Begitu pula dengan bagian kisah selanjutnya.


(Foto: Dok. GDH 559)

Bagian ini juga mampu memenuhi sejumlah poin cerita sekaligus. Misalnya, pengenalan karakter tiap tokoh dan kecerdasan mereka yang beragam, bentuk relasi mereka satu sama lain, serta dunia pendidikan formal yang sarat dengan kecurangan dan praktik suap-menyuap. Satu hal lagi, nuansa ketegangan khas kisah pencurian sangat terasa di sini. Ruang ujian sekolah berubah menjadi arena seru, tempat Lynn dan kawan-kawan memutar otak untuk dapat mengelabui pengawas.

Ketika cerita utama mengemuka, yaitu pencurian kunci jawaban tes STIC dari Sydney, ketegangan meningkat ke level yang lebih tinggi. Ada resiko yang lebih serius dalam keputusan mereka. Penonton akan paham bahwa tiap tokoh punya perjalanan cerita dan alasan berbeda-beda, tetapi mereka bertemu dalam urusan yang sama.

Pengemasan cerita juga dapat dikatakan jenius. Nyaris setiap gambar, penataan artistik, gerak tokoh, musik latar, efek suara, serta penyuntingan gambar tampak dirancang dan digarap secara detail, presisi, dan menyatu. Secara visual, setiap gambar punya maksud yang jelas. Sejumlah close-up  memperkuat pembangunan karakter Lynn yang cermat dan penuh perhitungan.

Sutradara Nattawut 'Baz' Poonpiriya dan timnya juga mampu memanfaatkan beberapa objek di sekitar tokoh sebagai penanda visual secara subtil. Lampu penanda akses jalan raya misalnya, muncul ketika dua tokoh berada di persimpangan pilihan, antara lanjut atau mundur.

Terkait cerita, satu hal yang mengemuka, betapa dunia pendidikan formal terjebak pada soal membanggakan prestasi angka serta upaya keras sistem mengurangi kecurangan. Sekolah formal menjadi sekadar formalitas. Sekolah-sekolah dalam Bad Genius  seperti lupa bahwa setiap orang punya kecerdasan berbeda, yang tidak akan terlihat jika hanya dilihat dari standar ukuran tunggal.

Film ini sebenarnya mendepiksi banyak masalah mengenai remaja, sekolah, dan keputusan karier, tanpa menghakimi secara hitam putih. Ada penegasan atas ungkapan yang sering terdengar. Bahwa sekolah bagus tidak selalu menjamin masa depan karier gemilang. Bahwa ada sekian faktor lain di antara pendidikan dan kesuksesan ekonomi.




(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

1 week Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA