Rako Prijanto: Birokrasi Syuting Film di Indonesia Sulit

Cecylia Rura    •    12 Mei 2018 10:56 WIB
film indonesia
Rako Prijanto: Birokrasi Syuting Film di Indonesia Sulit
Rako Prijanto (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sutradara Rako Prijanto kembali mengerjaka proyek film terbaru berjudul Pemburu di Manchester Biru. Dalam proses mengerjakan film ini, Rako mengatakan jauh lebih mudah birokrasi menggarap proses syuting film di Inggris dan beberapa negara lain. Ia berdalih, birokrasi di Indonesia masih sulit.

"Birokrasi kita mungkin belum tertata secara rapi. Kalau di luar negeri itu, bukan hanya di Inggris, birokrasinya sudah jelas. Ada satu departemen khusus yang mengurus film. Ada policy khusus yang mengurus film. Ada bagian imigrasi yang mengurus film. Jadi, kalau kita syuting di public area itu gratis," kata Riko kepada Medcom.id, Jumat, 11 Mei 2018.

"Sistem seperti insurance, kita sudah bisa sewa alat, kita bisa sewa crew, kita bisa sewa lokasi karena ada insurance. Nah, Indonesia itu masih kayak jalan sendiri-sendiri," lanjutnya.

Untuk dukungan dari pemerintah sendiri, Rako mengaku sudah bergerak dari pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKraf) dan difasilitasi dengan Undang Undang Perfilman. Presiden Joko Widodo juga menaruh perhatian khusus terhadap film nasional. Saran Rako, ada baiknya jika para pemangku kepentingan duduk bersama untuk merumuskan masalah birokrasi soal proses syuting di Indonesia.

"Mungkin, harus ada stakeholder yang duduk bareng untuk merumuskan hal seperti itu, dan sepertinya sudah mulai dilakukan sama asosiasi-asosiasi film Indonesia," kata Rako.

Selain mengambil banyak latar tempat di Inggris, Rako juga menggandeng sebagian besar aktor di sana (Inggris) untuk bermain dalam film Pemburu di Manchester Biru. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan rasa orisinil dalam film.

"Secara komunikasi, hampir semua pemain orang sana karena kita butuh otentisitas. Kita enggak mau bawa orang sini kita bule-bulein atau orang sini jadi orang Yahudi, kan aneh menurut saya. Inggris pun punya dialek yang berbeda, Manchurian, maksud saya, Manchester City dengan London pun beda. Kita pingin se-otentik mungkin," papar Rako.

Syuting Film Pemburu di Manchester Biru akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juli tahun ini. Para pemain telah merampungkan proses reading dengan estimasi 75 persen. Bertepatan dengan momen Bulan Suci Ramadhan, para kru dan pemain akan merayakan lebaran di Inggris.

Film ini diproduksi oleh Oreima Films yang telah berulang kali bekerja sama dengan sutradara Rako Prijanto. Hanif Thamrin selaku pemilik cerita asli merangkap sebagai produser bersama Reza Hidayat.

Pemburu di Manchester Biru dijadwalkan siap tayang di bioskop pada Desember 2018.

 




(ASA)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA