Workshop Produksi Film Asia Tenggara akan Digelar di Yogyakarta

Purba Wirastama    •    15 November 2017 18:08 WIB
film
Workshop Produksi Film Asia Tenggara akan Digelar di Yogyakarta
Direktur Busan Film Commission Choi Yoon (tengah) bersama mentor dan panitia Film Leadership Incubator 2017 (Foto: Metrotvnews/Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia menjadi tuan rumah program lokakarya produksi film pendek yang diikuti oleh 22 pembuat film dari 10 negara ASEAN serta Korea Selatan. Program ini bernama Film Leadership Incubator (FLY) dan telah berjalan setiap tahun sejak 2012.

FLY didanai oleh ASEAN-ROK Cooperation Fund dan dikelola Busan Film Commission serta Asian Film Commissions Network. Setiap tahun, negara-negara ASEAN bergiliran menjadi tuan rumah.

Dalam gelaran di Indonesia tahun ini, pihak yang ikut terlibat adalah Asian Film School, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF). Sebelumnya FLY telah diadakan di Filipina, Thailand, Myanmar, Malaysia, Kamboja.

"Proyek FLY menyoroti masalah yang selama ini diabaikan di Asia," kata Direktur Busan Film Commission Choi Yoon dalam keterangan tertulis.

"Ada banyak pembuat film muda berbakat yang kekurangan fasilitas dan akses pendidikan. FLY ingin memberi kesempatan untuk bertemu dengan para mentor dari industri film baik yang akan membantu mereka mewujudkan impian mereka," lanjut Choi.

Lokakarya berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah kelas daring tentang praproduksi film yang dimulai sejak September lalu. 22 peserta mendapat materi dari instruktur Indonesia dan Korea Selatan.

Pembuat film dari Indonesia, seperti sutradara Lucky Kuswandi dan sinematografer Bayu Prihantoro, jadi mentor untuk salah satu kelompok. Mentor lain yaitu Song Ilgon (Dance of Time), Cho Robin Bungsoo (Memories of Sword), Kim Junseok (The Chaser), Steve M Choi (Snow Piercer), Oh Jungwan, dan Isabelle Glachant.

22 peserta dibagi ke dua tim yang masing-masing mengajukan ide cerita film pendek untuk durasi 10 menit. Naskah akan dibahas dalam dalam tahap kedua yang berlangsung di Yogyakarta selama dua pekan pada 20 November hingga 3 Desember 2017.

Dalam tahap ini, ada beberapa kelas lagi sebelum tim melakukan produksi dan menyelesaikan film pendek di Yogyakarta dengan supervisi mentor. Tim, audisi pemain, peralatan, dan kebutuhan lain telah disiapkan panitia.

"Cerita (buatan kelompok) sebenarnya belum sangat pasti, tetapi tentang relasi keluarga. Lokasi (syuting) di Jogja tapi belum ditentukan di mana karena nanti mereka akan melakukan production hunting selama di sana," kata Lucky dalam jumpa pers di Senayan City Mall Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Setelah jadi, kedua film pendek ini akan ditayangkan perdana dalam satu sesi khusus di JAFF pada awal Desember 2017.

"Ini kesempatan bagus banget karena langsung international premiere setelah filmnya jadi. Mereka enggak nunggu lama-lama, film langsung masuk ke festival film Asia paling penting di sini," ujar Ketua Umum Aprofi Fauzan Zidni.

Bayu, alumnus Asian Film Academy (AFA) Busan, menyebut skema FLY sama seperti yang terjadi di AFA. Setelah proses lokakarya dan produksi, film tayang perdana dalam program khusus di festival film internasional terkait.

"Saya rasa memang Jogja tempat yang paling tepat karena bisa menghubungkan workshop dengan festival internasional di sana," ucap Bayu.

Lokakarya produksi diikuti 11 yang masing-masing diwakili oleh dua pembuat film lokal. Dari Indonesia, ada Helena Lorentia, perempuan asal Surabaya yang sedang menempuh studi di Busan, serta Gerry Fairus Irzan, lelaki pegiat film di Bandung.


 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA