Merayakan Toleransi lewat Festival Film

Elang Riki Yanuar    •    14 Desember 2016 18:27 WIB
festival film
Merayakan Toleransi lewat Festival Film
Cheryl Halpern raih penghargaan (Foto: IFFG)

Metrotvnews.com, Jakarta: 755 film semarakkan Festival Film bertema Toleransi yang baru-baru ini digelar di Bali dan Jakarta lewat International Film Festival for Spiriuality, Religion and Visionary (IFFSRV) dan World Tolerance Awards (WTA).

Acara ini digelar untuk merayakan Hari Toleransi Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 November 2016 lalu. Hari Toleransi Sedunia sendiri pertama kali dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1996, dengan harapan untuk memperkuat toleransi dengan meningkatkan rasa saling pengertian antar budaya dan bangsa.

Peringatan Hari Toleransi Sedunia dimulai pada era ketika meningkatnya ekstremisme, kekerasan, dan pelebaran konflik yang ditandai dengan pengabaian kehidupan manusia lainnya.

Tahun ini, isu tentang Rohingya dan Trump menjadi topik utama dalam festival ini. Damien Dematra, Founder dan Director Festival menyampaikan bahwa toleransi sedang dalam ancaman menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Menurutnya, janji-janji kampanye Trump yang akan melarang umat muslim masuk Amerika dan akan menutup masjid-masjid di AS, merupakan sebuah ancaman bagi perdamaian dunia.

"Dengan perayaan ini diharapkan para pemimpin dunia semakin menyadari pentingnya toleransi, karena tanpa toleransi dunia ini akan hancur," kata Damien dalam keterangan tertulisnya.

Kaum Rohingya sendiri merupakan imigran asal Bangladesh yang menetap di Myanmar. Hingga 2013, populasi mereka telah mencapai 1,3  juta orang. Hingga kini, pembataian pada kaum Rohingya terus terjadi atas berbagai alasan, yang salah satunya karena mereka beragama Islam. Dalai Lama sendiri mengecam tindakan ini dan mengatakan bahwa jika Buddha masih ada, ia akan melindungi saudara-saudara Muslim.

Tahun ini, WTA memilih Tolerance Woman of the Year 2016, yang pilihannya jatuh pada Cheryl Halpern, seorang sutradara perempuan asal Amerika Serikat yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan toleransi lewat karya-karyanya di berbagai negara.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Cheryl Halpern dalam malam penutupan festival film yang diadakan di Planet Hollywood Jakarta. Selain Cheryl, seorang sutradara perempuan asal Brazil, Lucia Barata, menerima penghargaan khusus Star of Tolerance.

Dalam malam penutupan ini diluncurkan film musik Smile karya sutradara dan penyanyi remaja Natasha Dematra.

"Salah satu cara yang dapat menyelesaikan tragedi ini adalah persatuan sebuah bangsa itu sendiri. Toleransi adalah cara untuk mencapai perdamaian di dunia," kata Natasha.


(ELG)