Kisah Si Tukang Jalan-jalan di Film Trinity, The Naked Traveler

Dzulfikri Putra Malawi    •    19 Maret 2017 11:43 WIB
resensi film
Kisah Si Tukang Jalan-jalan di Film Trinity, The Naked Traveler
(Foto: IST)

Metrotvnews.com, Jakarta: "Jadi, kapan kawin?" begitu pertanyaan banyak orangtua pada anaknya. Tak terkecuali pada perempuan bernama Trinity. Alih-alih mengiyakan pertanyaan orangtuanya, Trinity malah berbalik arah. Ia berniat mencoret satu per satu daftar yang ada dalam bukunya. Daftar tentang keinginan travelling. Itulah bagian pembuka dari film Trinity, the Naked Traveler.

Film produksi Tujuh Bintang Sinema ini diangkat dari kisah novel berjudul Trinity, the Naked Traveler. Film ini disutradara Rizal Mantovani dengan penulis skenario Rahabi Mandra dan Piu Syarif. Film ini mengisahkan pengalaman seru Trinity (Maudy Ayunda) yang hobi travelling.

Hobinya sering berbenturan dengan duit pas-pasan dan jatah cuti di kantor. Alhasil dia pun banyak diomeli bosnya (Ayu Dewi). Sementara itu, di rumah, kedua orangtuanya (Farhan dan Cut Mini Theo) selalu menanyakan jodoh, dan Trinity selalu berkilah akan mencari jodoh bila bucket-list-nya sudah terpenuhi. Kebanyakan isinya tentang jalan-jalan.

Sebagai traveler, Trinity selalu menuliskan pengalamannya di blognya yang berjudul Naked-travaler.com. Sampai suatu ketika ia melakukan travelling ke berbagai negara bersama sepupunya, Ezra (Babe Cabiita), serta kedua sahabatnya, Yasmin (Rachel Amanda), dan Nina (Anggika Bolsterli). Trinity pun mulai mengalami berbagai dilema antara pekerjaan atau hobi, belum lagi kisah cintanya dengan Paul (Hamish Daud), seorang traveler dan fotografer tampan yang ditemuinya dalam perjalanan.

Trinity, The Naked Traveler telah dirilis pada 17 Maret 2017. Yang menarik dalam film ini semacam panduan bagi para traveler yang minim budget. Termasuk mencari tiket, kiat jalan-jalan, dan bagaimana mengatur waktu selama travelling.

Kenapa harus nonton film ini? Apa yang membedakan film ini dengan film travelling lain? Mengutip sedikit dari Hamish Daud.

"Karena tiap scene, gambar-gambarnya itu mahal banget. Untuk di kualitas layar lebar. Itu luar biasa," ujarnya disela-sela nonton bareng di CGV Indonesia, Jakarta, Rabu (15/3).

Syuting film ini dilakukan di Maladewa, Manila, Lampung, Makassar, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Film ini juga cocok untuk promosi wisata. Sebut saja Gunung Anak Krakatau, Karst Rammang Rammang, dan Labuhan Bajo. Itu sedikit dari kekayaan satu potensi wisata yang dimiliki Indonesia.

Dalam pandangan Daud, sosok Trinity banyak memberikan inspirasi bagi banyak perempuan. Hal itu tergambar ketika Trinity memutuskan undur diri dari tempat kerja untuk melakukan banyak hal baru yang disuka.

"Dia kasih banyak inspirasi bagi banyak orang. Ia meninggalkan zona nyaman untuk melakukan sesuatu yang dia suka," tambah Hamish Daud.

Selain itu, banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Salah satunya adalah berkuatlah dalam keinginan maka semesta akan membantu mewujudkan keinginan itu. Lalu, ke mana pun kaki melangkah rumahku Indonesia.

Di balik itu semua, yang lebih penting ialah berani travelling sebab di situ proses dialog terjadi, dengan diri dengan orang lain. "Sebenarnya untuk kita travelling bareng sama seorang lain, kita belajar ya. Selama film ini, tiga bulan syuting, kita banyak belajar juga," pungkas Hamish Daud.


(DEV)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

3 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA