Kucumbu Tubuh Indahku Diilhami Kisah Hidup Penari Lengger Rianto

Purba Wirastama    •    21 Januari 2019 09:24 WIB
film indonesia
Kucumbu Tubuh Indahku Diilhami Kisah Hidup Penari Lengger Rianto
Muhammad Khan dalam Kucumbu Tubuh Indahku (Foto: Fourcolours Films)

Jakarta: Kucumbu Tubuh Indahku, film terbaru garapan Garin Nugroho, berkisah tentang perjalanan traumatik seorang anak lelaki yang kemudian menjadi penari lengger. Garin bercerita bahwa sebagian materi skenario diilhami oleh kisah hidup Rianto, penari tersohor asal Banyumas yang menguasai tari tradisional Lengger.

Garin mengenal Rianto sejak tiga tahun silam. Proyek kolaborasi pertama mereka adalah film pendek Mangir, yang diadaptasi dari dongeng Mangir versi Pramoedya Ananta Toer. Kolaborasi berikutnya adalah untuk karya koreografi Rianto berjudul Medium. 

Selama bekerja sama itulah, Garin sering mendengar cerita Rianto sejak kecil hingga dewasa. Kendati begitu, film Garin tidak hanya mengambil kisah Rianto saja, tetapi juga nukilan lain, termasuk pula pengalaman pribadi.

"Ini bukan inspirasi dari seluruh hidupnya. Jadi, saya mengumpulkan saja kisah-kisah menjadi satu, sebagian dari Rianto," kata Garin dalam diskusi usai pemutaran filmnya di CGV FX Sudirman, Minggu, 20 Januari 2019.

"Kalau dia (Rianto) ditinggal pergi orangtuanya, seperti inilah kira-kira," lanjut Garin.

Tokoh utama film ini bernama Juno, yang sejak kecil ditinggal sang ayah sendirian di desa mereka di Jawa Tengah. Juno seolah membawa sial sehingga setiap ada satu kejadian buruk, yang mana turut membuat dia trauma, Juno pindah tempat tinggal dari satu saudara ke saudara lain. 

Dalam perjalanan, Juno mendapat perhatian dari guru-guru tarinya, tantenya yang aneh, pamannya yang tua, petinju tampan, dan seorang Warok atau penari reog. Kendati begitu, Juno masih harus menghadapi trauma atau "medan tempur tubuhnya" seorang diri. 

Menurut Garin, ditinggal pergi orangtua dan hidup berpindah-pindah adalah pengalaman Rianto serta sebagian orang-orang desa.

"Hidup di desa seperti ini juga, pindah dari bapaknya, pindah ke bibinya, pindah ke pakdhe-nya. Itu peristiwa sehari-hari yang dialami orang di desa," ujar Garin.

Rianto terlibat juga dalam pengerjaan film ini. Selain menjadi pemeran penari, Rianto menjadi pelatih koreografi tari untuk beberapa pemain, termasuk Muhammad Khan sang aktor utama. 

"Selama proses syuting, saya tinggal bersama Mas Rianto, satu kamar, setiap malam kami mengobrol karena saya harus memerankan dia," ungkap Khan. 

"Dia cerita segala hal, pengalaman sejak kecil, trauma tubuh, dan segala macam, tetapi fokusnya adalah bagaimana saya bisa merepresentasikan tubuh seorang penari dari Mas Rianto. Beliau pengajar yang sangat keren," imbuhnya.

Kucumbu Tubuh Indahku diproduksi oleh Fourcolours Films bersama Go-Studio. Film ini telah diputar dan mendapat penghargaan di sejumlah festival film internasional. Dalam waktu dekat, film ini akan diputar di Jakarta dalam program Kreasi Movie Corner yang digelar di CGV.

Untuk bioskop reguler, Kucumbu Tubuh Indahku dijadwalkan rilis pada Maret 2019. 





(ASA)

RUU Permusikan Salah Sejak Judul

RUU Permusikan Salah Sejak Judul

1 week Ago

Setelah didalami sejumlah pihak, termasuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP), te…

BERITA LAINNYA