Nia Dinata Garap Dokumenter Mini dengan Kamera Kacamata

Purba Wirastama    •    12 Maret 2018 18:15 WIB
nia dinata
Nia Dinata Garap Dokumenter Mini dengan Kamera Kacamata
(Foto: Nia Deviana)

Jakarta: Produser-sutradara Nia Dinata mengerjakan proyek film terbaru bersama para peserta lokakarya dokumenter sehari Insto. Salah satu hal menarik dari proyek kampanye perusahaan ini adalah perangkat yang digunakan untuk merekam gambar dan suara.

Mereka memakai kacamata berkamera Snapchat Spectacles. Kacamata hitam ini dirancang sekaligus sebagai kamera mini amatiran yang juga mampu merekam suara. Produk sejenis lain yang sudah beredar antara lain Google Glass, Vuzix, Microsoft HoloLens, dan Pivothead SMART.

Karena terpasang statis di dekat mata, kamera ini praktis punya keterbatasan sudut pandang sesuai apa yang dilihat mata pemakai. Namun hal ini pula yang menjadi karakter pembeda.

"Kamera ini benar-benar sudut pandang kita," ujar Nia dalam jumpa pers di Plaza Senayan Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

"Kalau mau lihat dekat, kita harus dekat, kalau mau lihat dari jauh, kita harus jauh. Kamera sekarang bisa zoom. Kalau ini, (gambar) benar-benar pengalaman si pembuat film, sudut pandang kita," lanjutnya.

Namun apa yang kurang, kata Nia, adalah karakter kamera yang sejak awal dirancang bukan sebagai kamera profesional, tetapi untuk kepentingan media sosial. Hasil akhir ditujukan untuk layar kecil seperti ponsel dan laptop.

Audio pun langsung terekam bersama video. Sejak awal, pemakai memang harus punya rencana untuk mengambil gambar-suara dengan gerakan kepala serta mengontrol suara dari mulut.

"Kita harus punya sudut pandang sebagai pembuat film, kita harus diam saat merekam gambar. Jadi kita harus memposisikan diri sebagai pembuat film, punya intensi untuk mengambil gambar (dan suara)," tutur Nia.

Nia menjadi sutradara dan mentor bagi sembilan finalis lokakarya, yang juga terlibat membuat film sebagai ko-sutradara. Setiap finalis membuat satu dokumenter mini berdurasi satu menit. Tim Nia menjadi editor dan membuat sembilan kisah ini menjadi satu kompilasi pendek.

"Dari hampir 1000 cerita kiriman peserta, hanya ada sembilan cerita yang dipilih karena keberhasilan para ko-sutradara dalam mengangkat dokumenter yang sarat keunikan, sensitivitas, dan realita yang ada," ujar Nia.

Para finalis berasal dari sejumlah kota di Indonesia. Tiga yang menjadi pemenang akhir adalah Ghafara Difa Harashta, Tegar Hermawan, dan Sri Sulistiyani


 


(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

5 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA