Film A Man Called Ahok Angkat Kisah Ahok di Belitung

Purba Wirastama    •    06 September 2018 18:40 WIB
film a man called ahok
Film A Man Called Ahok Angkat Kisah Ahok di Belitung
Jumpa pers film A Man Called Ahok (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Sutradara dan penulis Putrama Tuta bersama The United Team of Art mengerjakan film cerita panjang berjudul A Man Called Ahok. Film ini dikembangkan dari buku biografi berjudul sama tulisan Rudi Valinka.

Kisahnya akan menyorot sosok dan kehidupan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada masa 1976 hingga 2005. Dalam kurun waktu ini, Ahok tumbuh sebagai putra sulung seorang pengusaha tambang di Belitung Timur, sempat membuka bisnis serupa, hingga terpilih sebagai bupati di sana pada 2005.

Menurut Putrama, hampir seluruh alur cerita terjadi di Belitung, jauh sebelum Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga 2017.

"Cerita ini 90 persen di Belitung. Ini cerita tentang Ahok hingga menjadi Ahok seperti sekarang. Sedikit sekali cerita di Jakarta," kata Putrama dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

"Dramatisasi secukupnya saja, sesuai kebutuhan, tetapi enggak ada (materi) yang dibikin-bikin. Namanya sebuah film, pasti ada dramatisasi, tetapi enggak banyak. Kami bikin berdasarkan apa yang kami terima, tetapi film ini dibikin karena terinspirasi dari bukunya," tutur Putrama.

Riset dan naskah digarap hampir setahun sejak Februari hingga Desember 2017. Putrama menulis langsung naskah bersama Ilya Sigma dari tim Tujuh Ratus Kata. Praproduksi berlangsung empat bulan. Syuting berjalan hampir dua bulan mulai Maret hingga April 2018. Sebagian besar mengambil lokasi Belitung.

Daniel Mananta memerankan Ahok, sedangkan versi remaja diperankan Eric Febrian. Ini menjadi film pertama Daniel setelah rumah Dara. Chew Kin Wah memerankan Kim Nam. Sejumlah pemain lain di antaranya Sita Nursanti, Donny Damara, Denny Sumargo, Eriska Rein, dan Ferry Salim.

Ilya Sigma juga menjadi produser bersama Emir Hakim dan Reza Hidayat. Adrianto Sinaga bergabung sebagai desainer produksi. Gemaila Gea menjadi perancang kostum. Yadi Sugandi menjadi penata sinematografi. Musik digarap Aghi Narottama bersama Tony Merle dan Bemby Gusti.

A Man Called Ahok direncanakan rilis di bioskop akhir tahun ini.

 


(ASA)