Data HBO Dibobol, Peretas Klaim Miliki Berkas Game of Thrones

Purba Wirastama    •    01 Agustus 2017 18:07 WIB
game of thrones
Data HBO Dibobol, Peretas Klaim Miliki Berkas Game of Thrones
Game of Thrones musim ke-7 (dok HBO Asia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembobolan data film dan televisi terjadi lagi dan kali ini HBO menjadi korban. Peretas anonim, seperti dilaporkan Acehowbiz, mengklaim telah mencuri data sebesar 1,5 terabytes dari perusahaan konten televisi tersebut, termasuk sejumlah berkas yang disebut sebagai naskah episode serial Game of Thrones yang belum dirilis.

Surel anonim dari peretas disebarkan pertama kali pada Minggu 30 Juli 2017. Peretas memberi kabar soal pembobolan dan bersumbar telah melakukan aksi pembobolan terbesar di era siber karena melibatkan berkas Game of Thrones.

Beberapa serial lain, seperti Ballers, Insecure, dan Room 104, juga diklaim telah dicuri dan disebarkan di internet. Peretas mengancam akan merilis lebih banyak lagi berkas-berkas lain. Pihak HBO juga telah mengonfirmasi kabar pembobolan tersebut.

"HBO baru saja mengalami sebuah insiden siber yang membuat informasi rahasia bocor. Kami langsung memulai investigasi serta bekerja dengan aparat hukum dan perusahaan keamanan siber. Proteksi data adalah prioritas utama HBO, dan kami tidak main-main soal tanggung jawab kami dalam perlindungan data," kata pihak HBO dalam pernyataan resmi, dikutip dari Aceshowbiz.

HBO tidak merinci konten apa saja yang telah dicuri. Richard Plepler, direktur dan CEO HBO, juga menanggapi insiden tersebut secara umum lewat surel kepada para pegawai HBO.

"Setiap pembobolan jelas mengacaukan, meresahkan, dan mengganggu kita semua. Aku menjamin bahwa kepemimpinan senior dan tim teknologi hebat kita, bersama dengan pakar dari luar, sedang bekerja siang malam untuk melindungi kepentingan kolektif kita. Lintas departemen bekerja dengan sangat keras."

"Sayangnya masalah yang kita hadapi sudah terlalu familiar di dunia sekarang. Sama seperti setiap tantangan yang kita hadapi sebelumnya, aku sama sekali tidak ragu bahwa kita mampu menyelesaikan masalah ini," ujar Richard.

Kejadian serupa dialami oleh Netflix dan Walt Disney beberapa pekan lalu. Pada April 2017, peretas menyebarkan berkas 10 episode serial Netflix, Orange is the New Black musim kelima yang sedianya tayang pada Juni 2017. Pada Mei 2017, peretas lain mengklaim telah mencuri berkas film Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales. Namun pihak Disney kemudian membantah dan menyebut pembobolan tersebut kabar bohong.

 


(ELG)