Mengintip Hari Pertama Syuting Film Wiro Sableng

Purba Wirastama    •    24 Agustus 2017 11:49 WIB
film indonesiafilm wiro sableng
Mengintip Hari Pertama Syuting Film Wiro Sableng
Cuplikan video catatan produksi Wiro Sableng Hari Pertama (Youtube Lifelike Pictures)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lifelike Pictures merilis tayangan catatan produksi hari pertama untuk film Wiro Sableng  garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko. Dalam tayangan semenit ini, tampak bahwa adegan yang diambil pada hari pertama adalah penyerangan sekelompok orang pimpinan tokoh Mahesa Birawa atau Suranyali, yang diperankan oleh Yayan Ruhian.

Hal ini mengonfirmasi pernyataan Angga Dwimas Sasongko dalam jumpa pers film Wiro Sableng di Senayan City Mall Jakarta beberapa waktu lalu, sebelum tim mulai syuting pada Senin 21 Agustus 2017.

"Langsung (adegan) laga," jawab Angga ketika ditanya adegan pertama yang akan diambil.

Adegan yang diambil melibatkan sedikitnya tujuh pendekar berkuda. Papan clapper, kendati tidak terlalu jelas, berisi angka 1 dan 2. Artinya, adegan hari pertama juga direncanakan untuk adegan awal dalam plot film versi skenario.

Aktor yang wajahnya terlihat hanya Yayan Ruhian dan Dian Sidik (serial Joko Tingkir). Lima orang lain mengenakan penutup kepala. Yayan berperan sebagai Mahesa dan Dian sebagai Kalingundil, salah satu anak buah Mahesa.

Dalam versi novel, kedua tokoh ini telah muncul di seri pertama yang berjudul Empat Berewok Dari Goa Sanggreng. Salah satu kisah besarnya menyorot Mahesa yang patah hati karena Suci, pujaan hatinya, menikah dengan Ranaweleng, Kepala Kampung Jatiwalu. Dia lantas mengutus Kalingundil dan Saksoko untuk mengusir Ranaweleng keluar dari kampung.

Karena mendapat penolakan, Mahesa mendatangi kampung Jatiwalu bersama dua anak buah lain, Majineng dan Krocoweti. Pertarungan terjadi antara Mahesa dengan Ranaweleng. Rumah Ranaweleng dan Suci dibakar. Insiden inilah yang menjadi titik mula bagaimana bayi Wiro bisa dirawat oleh guru Sinto Gendeng.

Jika cuplikan syuting hari pertama memang merujuk pada insiden tersebut, barangkali cerita telah mengalami penyesuaian karena anak buah Mahesa berjumlah enam orang. Bisa jadi juga ini merujuk ke peristiwa lain dalam novel.

Lifelike belum merilis sinopsis resmi film. Namun produser Sheila 'Lala' Timothy menyebut bahwa film pertama Wiro Sableng ingin fokus pada pembangunan dunia fiksi. Pertarungan antara Ranaweleng dan Mahesa dapat dianggap sebagai cikal bakal bagaimana Wiro bisa menjadi pendekar bernama Wiro Sableng. Insiden itu juga membuat Wiro memiliki dendam terhadap Mahesa.

"Untuk (film) yang pertama, kita fokus membangun universe (dunia fiksi). Kemudian kita punya rencana untuk sekuel dan mungkin prekuel. Karena IP (intelectual property) dari Wiro Sableng ini sangat besar dan sayang kalau cuma diceritakan di satu film," kata Lala.

Wiro Sableng  merupakan film adaptasi dari novel seri karya Bastian Tito. Produksi dilakukan oleh Lifelike dan Fox International Productions. Lala menjadi produser dan sekaligus menulis naskah bersama Tumpal Tampubolon. Penyutradaraan ditangani oleh Angga.

Selain Yayan dan Dian, sejumlah aktor yang terlibat antara lain Vino Bastian, Marsha Timothy, Sherina Munaf, Ruth Marini, Happy Salma, Marcel Siahaan, Andy /rif, Yaya Unru, Dwi Sasono, Marcella Zalianty, Aghniny Haque, Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Fariz Alfarazi, Dian Sidik, Cecep Arif Rahman, dan Yusuf Mahardika.

Wiro Sableng  dijadwalkan rilis pada akhir 2018.




(DEV)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

1 day Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA