Joko Anwar: Film Itu Harus Bandel

Richaldo Y Hariandja    •    13 Oktober 2016 09:09 WIB
joko anwar
Joko Anwar: Film Itu Harus Bandel
(Foto: Metrotvnews.com/Nia Deviyana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara dan produser film Indonesia, Joko Anwar, 40, ditunjuk untuk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Dia bertugas membantu sineas muda di negeri ini saat berpartisipasi pada Kompetisi Film Pendek Festival Sinema Australia Indonesia 2017 (FSAI17).

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Justin Lee, bersama dengan Joko Anwar mengumumkan dimulainya Kompetisi Film Pendek dalam workshop sehari untuk sineas-sineas muda Indonesia di Jakarta, Rabu (12/10).

Joko pun menyarankan para kreator film pendek di Indonesia untuk tidak hanya menjadi klise, juga jangan terlalu sopan.

"Dalam membuat film itu harus bandel jika dilihat dari sisi tema dan penyampaian. Jadi, jangan biasa-biasa saja," kata dia.

Hal itu disampaikannya karena menilik di dunia banyak pembuat film.

"Mungkin saja ada ratusan juta pembuat film. Dengan alasan itulah kita harus lebih menonjol dalam berkarya," ucapnya bersemangat.

Joko yang saat ini sedang sibuk mempersiapkan film panjang horor berjudul Impetigore itu kemudian berbagi rahasia terkait dengan bagaimana caranya membuat film yang bagus.

Sama seperti jika ingin menjadi penulis, harus banyak membaca.

Maka, para pembuat film, baik panjang maupun pendek harus banyak menonton film.

"Banyak banget orang bikin film pendek ceritanya itu-itu aja.

Padahal, itu harus banyak menonton film. Dengan begitu, kita jadi tahu film itu ialah bahasa. Kalau kita mau belajar bahasa, kita harus mengetahui bahasa itu dengan nonton film," katanya mengibaratkan.

Meski demikian, dia berharap workshop dan kompetisi film pendek lebih sering diadakan. Dia merujuk pada kebutuhan masa depan.

"Talenta-talenta yang mampu memberikan napas baru dalam industri perfilman di Indonesia harus lahir di masa mendatang. Jadi, kreator film pendek yang ada di Indonesia juga akan tumbuh."

Kurang wawasan

Joko juga berpendapat dan menyayangkan pembuat film di Indonesia itu masih kurang wawasan.

Salah satu tolok ukurnya ialah banyak tema sama yang dibuat berulang-ulang.

"Tema yang dipakai kebanyakan sudah basi. Diulangi pula!" katanya.

Meski menyayangkan kekurangan wawasan, dia menilai ada sisi positif dari dunia perfilman Indonesia dari sisi jumlah penonton.

Dia juga mengamati setiap tahun peminat pembuat film di Indonesia semakin bertambah.

"Secara kualitas dan kreativitasnya juga mampu memberikan napas baru di perfilman kita. Harapan besar saya, orang-orang itu datang dari Festival Film Pendek semacam ini," ujarnya.

Sutradara langganan Busan International Film Festival itu tahun lalu sempat membawa karyanya berjudul A Copy of My Mind.

Tahun ini di festival yang sama, karya film pendek berjudul A Wounded Lion juga turut dipertontonkan.

Joko juga menyatakan minatnya pada film horor.

"Karena saya tumbuh dengan menyaksikan film-film kungfu dan horor sejak SMP," katanya.


(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA