Mouly Surya dan Kisah Sepatu Lepas di Festival Film Indonesia

Purba Wirastama    •    10 Desember 2018 18:43 WIB
FFI 2018
Mouly Surya dan Kisah Sepatu Lepas di Festival Film Indonesia
Mouly Surya bersama dua Piala Citra yang diperolehnya dalam ajang FFI 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Mouly Surya mendapat penghargaan Piala Citra sebagai sutradara dan penulis naskah asli terbaik lewat film panjang ketiga, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Film debutnya, Fiksi, juga mengantarkan Mouly meraih kedua penghargaan tersebut 10 tahun silam.

Setelah menerima trofi dan memberi pidato singkat, Mouly sempat menemui wartawan di belakang panggung. Seorang wartawan bertanya apakah momen ini menjadi semacam "deja vu" bagi Mouly karena pernah mengalami hal yang sama dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2008. 

Mouly lantas berbagi cerita soal sepatu yang dia kenakan untuk datang ke Malam Anugerah. Dalam FFi 2008, ada bagian sepatu yang lepas. Kejadian yang sama berulang lagi malam itu.

"Ini lucu ya," kata Mouly di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta, Minggu malam, 9 Desember 2018.

"Jadi pada 2008, ketika saya menang Piala Citra, itu bagian sepatu saya ada yang lepas bawahnya. Tadi barusan lepas lho. Aku bisikin suamiku (Rama Adi), 'Sepatunya lepas lho.' Deja vu enggak?" ungkapnya terkekeh. 

Malam itu, film Marlina tidak hanya memboyong dua Piala Citra untuk penulis naskah dan sutradara terbaik, tetapi juga delapan kategori lain, termasuk Film Terbaik, Aktris Utama Terbaik (Marsha Timothy), serta Aktris Pendukung Terbaik (Dea Panendra). 

Sementara itu, delapan kategori nominasi berikutnya untuk film cerita panjang dimenangkan oleh Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Aruna & Lidahnya, Kulari ke Pantai, Sekala Niskala, dan Love for Sale.

Tahun ini adalah Piala Citra ke-38 dan sekaligus edisi pertama yang digelar oleh Komite Tetap FFI periode 2018-2020. Setelah gelaran tahun lalu, Badan Perfilman Indonesia membentuk komite khusus dengan masa kerja yang lebih lama agar pelaksanaan FFI bisa lebih tertata dan berkelanjutan.
 


(ASA)